Ada dua tipe dasar:
- Shielded (terlindungi) twisted-pair (STP) Kabel shielded twisted-pair (STP) menggabungkan tehnik pembatalan (cancellation) dan twisting (pelingkar) dari kawat dengan perisai/perlindungan. Tiap pasang kawat dibungkus dalam foil metalik untuk melindungi kawat dari suara gaduh. 4 pasang kawat kemudian dibungkus dalam foil metalik keseluruhan. STP memproduksi kegaduhan elektronik, baik dalam kabel, crosstalk, dan luar kabel, yaitu EMI dan RFI. Meski STP lebih melindungi interferensi dari pada UTP, dia lebih mahal dan sulit di pasang. Metalik shielding juga harus di ground pada kedua akhir. Jika tidak, shield bertindak seperti antena yang mengambil sinyal yang tidak diinginkan. STP biasa dipakai di Eropa.
- Unshielded (tak terlindungi) twisted-pair (UTP) Kabel unshielded twisted-pair (UTP) digunakan dalam bermacam network. Dia memiliki 4 pasang kawat. Tipe kabel ini bergantung pada pembatalan efek yang dihasilkan pasangan twisted wire untuk membatasi sinyal degradasi yang disebabkan oleh electromagnetic interference (EMI) dan radio frequency interference (RFI). UTP adalah cabling paling umum dipakai dalam network Ethernet.
Kebanyakan network saat ini dibangun dengan kabel UTP. Connector pada akhir kabel dikenal dengan RJ-45 connector. Setelah mengatur kawat pada urutan kode warna yang benar, hilangkanlah dengan suatu RJ-45 connector. Suatu tool dipakai untuk men-terminate kabel UTP dalam suatu RJ-45 connector.
3. Kabel Fiber-optic
Kabel fiber optik adalah networking menengah yang mampu mengkonduksi transmisi cahaya yang termodulasi. Memodulasi cahaya artinya memanipulasinya sehingga bisa dia berjalan mentransmit data. Fiber optik mengacu pada pengkabelan yang memiliki suatu inti hamparan gelas atau plastik kecuali tembaga), yang dilaluui pulsa cahaya membawa sinyal
4. Wireless
Suatu wireless network adalah metode alternatif untuk menghubangkan LAN. Network ini menggunakan gelombang elektromagnetik seperti radio frequency (RF), laser, infrared (IR), dan satellite/microwave untuk membawa sinyal dari satu komputer ke komputer lain tanpa koneksi kabel permanen. Hal ini sangat menarik untuk membangun suatu network.
Aplikasi umum komunikasi data wireless adalah untuk penggunaan yang mobile/bergerak. Beberapa contohnya adalah komuter, pesawat, satelit, dan stasiun luar angkasa.
Pada intinya komunikasi wireless adalah device yang disebut transmitter (pengirim) dan receiver (penerima). Source/sumber berinteraksi dengan transmiter yang mengkonversi data ke dalam gelombang elektromagnetik yang lalu diterima receiver. Receiver lalu mengkonversi data ke dalam gelombang elektromagnetik kembali menjadi data ke tujuan. Untuk komunikasi dua arah, tiap device memerlukan transmiter dan receiver. Banyak produsen yang membangun transmiter dan receiver dalam satu unit yang disebut transreceiver atau wireless network card. Semua device dalam LAN (WLAN) harus memiliki wireless network card yang tepasang dengan baik.
Dua tehnologi wireless yang biasa dipakai untuk networking adalah IR dan RF. Tehnologi IR mempunyai kelemahan. Workstation dan device digital harus sejalan dari penglihatan transmiter agar bisa beroperasi. Suatu network berbasis infrared menyesuaikan lingkungan dimana semua device digital yang memerlukan konektivitas network berada dalam satu ruangan. Tehnologi IR networking dapat dipasang dengan cepat, tapi sinyal data bisa dilemahkan atau diganggu oleh orang-orang yang berjalan dengan cepat di ruangan tersebut atau juga kelembaban di udara. Karena itulah tehnologi ini sedang dikembangkan lebih lanjut.Tehnologi RF memungkinkan device untuk berbeda ruangan bahkan gedung. Range terbatas dari sinyal radio akan masih membatasi penggunaan network jenis ini. Tehnologi RF bisa dalam frekuensi single atau multiple. Suatu frekuensi radio single/tunggal adalah subyek dari interferensi luar dan gangguan geografis. Orang lain juga bisa dengan mudah memonitor frekuensi tunggal yang mengakibatkan transmisi data tidak aman. Spektrum tersebar menghindarkan problem transmisi data yang tidak aman dengan menggunakan frekuensi multiple/banyak untuk meningkatkan kekebalan atas kegaduhan dan menyulitkan orang luar untuk meng-intercept transmisi data.
Device-Device
1. Hub dan repeater
Suatu repeater menerima sinyal, meregenerasinya, dan melewatkannya. Repeater digunakan umumnya pada ujung network untuk menambah kawat/wire sehingga lebih banyak workstation bisa ditambahkan. Hub adalah repeater multi-port. Penggunaan hub merubah topologi network dari linear bus, dimana tiap device menancap langsung pada kawat, menjadi suatu star. Dengan hub, data datang melalui kabel ke hub port diulang secara elektrik pada port lain yang terhubung pada Ethernet LAN yang sama, kecuali untuk port dimana data diterma. Poin-poin penting yang harus diingat tentang hub adalah:
- Semua device yang di attach pada hub mendengar semua traffic. Hub menjaga domain collission tunggal. Collission adalah situasi dimana dua stasiun akhir mengirim data melalui network pada saat yang bersamaan.
- Terkadang hub disebut juga konsentratror, dikarenakan mereka berperan sebagai poin koneksi sentral untuk Ethernet LAN.
- Hub beroperasi pada layer fisik dari OSI model.
2. Bridge dan switch
Bridge berfungsi membuat keputusan pintar tentang iya tidaknya untuk melewatkan sinyal pada segmen selanjutnya di network, Bila ditempatkan dengan strategis, bridge bisa meningkatkan penampilan network. Suatu switch terkadang dideskripsikan sebagai multi-port bridge. Bila bridge biasa hanya memiliki dua port, yang menghubungkan dua link segmen network, switch bisa memiliki banyak port bergantung berapa banyak segmen network yang harus di hubungkan.
Seperti bridge, switch mempelajari informasi tertentu mengenai paket data yang mereka terima dari berbagai komputer pada network. Mereka menggunakan informasi ini untuk membangun tabel yang ada untuk menentukan tujuan dari data yang sedang dikirim oleh satu komputer ke komputer lain di network.
Meski ada keserupaan diantara keduanya, switch lebih canggih daripada bridge. Switch memiliki banyak port dengan banyak segmen network yang terhubung dengan mereka. Switch memilih port kepada apa yang tersambung dengan device atau workstation tujuan. Ethernet switch menjadi solusi konektivitas populer karena bisa meningkatkan penampilan network, atau kecepatan dan bandwidth. Switch membantu mengsegmentasi network dan membantu mengurangi kepadatan traffic dengan membatasi tiap port pada domain kolisinya. Kolisi (collision) pada network muncul saat paket dikirimkan melalui network. Ini biasa terjadi saat ada lebih dari satu device yang mencoba mengirim paket pada waktu yang bersamaan. Kolisi ini berdampak pada pesan yang korup dan bandwidth yang digunakan. Penting untuk network mengimplementasikan device untuk mengurangi kolisi ini. Ini dianggap domain karena hanya device yang ada di domain yang mentransmisi paket yang bisa mengakibatkan kolisi. Mereka tidak turut campur dengan dengan device lain yang mentransmit pada segmen lain pada network. Switch yang mampu membuat tiap port domain kolisinya sendiri bisa melindungi resource pada network dengan membatasi device yang hanya terhubung ke port itu kepada domain kolisinya sendiri. Ini akan mengurangi interferensi untuk device itu seperti interferensi dari device lain yang mentransmisi paket dalam segmen lain pada network. Meski switch bisa mengsegmentasi network menjadi multiple collision domain, dia tidak bisa mengsegmentasi network kepada broadcast domain terpisah. Broadcast domain muncul saat suatu network tersegmentasi ke dalam banyak bagian, dan tidak ada broadcast traffic yang dijinkan untuk melintasi segmen.
3. Router
Router harus membuat keputusan pintar pada bagaimana mengirim data dari satu segmen ke segmen lainnya. Misalnya, dari suatu komputer pada network segmen 1, kepada komputer segmen 3. Router adalah device internetworking tercanggih dan beroperasi pada network layer dari OSI model. Mereka lebih lambat dari bridge dan switch tapi membuat keputusan “pintar” pada bagaimana me rute paket yang diterima dari satu port ke network lain pada port lain. Router, seperti swtch, mampu mengsegmentasi network. Router mampu mengsegmentasi network ke multiplr collision domain seperti juga multiple bradcast domain. Suatu broadcast domain adalah area logikal dalam network komputer dimana komputer yang terhubung ke network komputer bisa dengan langsung mentransmit kepada yang lainnya di domain tanpa melalui routing device. Ini adalah suatu area dari network komputer yang dibuat dari semua komputer dan device networking yang mampu diraih dengan mengirimkan suatu frame ke data link layer. Tiap port dimana segmen network tergabung dideskripsikan sebagai router interface. Router bisa jadi komputer dengan software network khusus yang terinstall padanya atau mereka bisa jadi devic lain yang dibangun oleh produsen peralatan network . Router terdiri dari tabel dari network address bersama tujuan optimal me-rute pada network lain. Gambar menunjukkan Cisco router.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar