Sabtu, 20 Juni 2009

Set up Microtik sebagai Gateway Server yok..

Setup Mikrotik sebagai Gateway server

MikroTik RouterOS™, merupakan system operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai
network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada
Standard computer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource
yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk
keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk
mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.
Fasilitas pada mikrotik antara lain sebagai berikut :
  • Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.
  • Statefull firewall
  • HotSpot for Plug-and-Play access
  • remote winbox GUI admin

Lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com.


Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan. Free trial hanya untuk 24 jam saja. Kita bisa membeli software mikrotik dalam bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan DOM pada slot IDE PC kita.
Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan sederhana sebagai gateway server.

  1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.
  2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :
    MikroTik v2.9.7
    Login: admin
    Password:
    Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin
    dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.
  3. Untuk keamanan ganti password default
    [admin@Mikrotik] > password
    old password: *****
    new password: *****
    retype new password: *****
    [admin@ Mikrotik]] >
  4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “Waton”
    [admin@Mikrotik] > system identity set name=Waton
    [admin@Waton] >
  5. Melihat interface pada Mikrotik Router
    [admin@Mikrotik] > interface print
    Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
    # NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
    0 R ether1 ether 0 0 1500
    1 R ether2 ether 0 0 1500
    [admin@Mikrotik] >
  6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk
    koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local
    kita dengan IP 172.16.0.1
    [admin@Waton] > ip address add address=192.168.0.1
    netmask=255.255.255.0 interfac
    e=ether1
    [admin@Waton] > ip address add address=172.16.0.1
    netmask=255.255.255.0 interfac
    e=ether2
  7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
    [admin@Waton] >ip address print
    Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
    # ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
    0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1
    1 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2
    [admin@Waton] >
  8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah
    192.168.0.254
    [admin@Waton] > /ip route add gateway=192.168.0.254
  9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
    [admin@Waton] > ip route print
    Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
    C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
    # DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
    0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1 ether2
    1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1
    2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254 ether1
    [admin@Waton] >
  10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
    [admin@Waton] > ping 192.168.0.254
    192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
    192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
    2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
    round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
    [admin@Waton] >
  11. Setup DNS pada Mikrotik Routers
    [admin@Waton] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10 allow-remoterequests=
    no
    [admin@Waton] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 allow-remoterequests=
    no
  12. Melihat konfigurasi DNS
    [admin@Waton] > ip dns print
    primary-dns: 192.168.0.10
    secondary-dns: 192.168.0.11
    allow-remote-requests: no
    cache-size: 2048KiB
    cache-max-ttl: 1w
    cache-used: 16KiB
    [admin@Waton] >
  13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
    [admin@Waton] > ping yahoo.com
    216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
    10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
    round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
    [admin@Waton] >
    Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.
  14. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar
    client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.
    [admin@Waton] > ip firewall nat add action=masquerade outinterface=
    ether1
    chain: srcnat
    [admin@Waton] >
  15. Melihat konfigurasi Masquerading
    [admin@Waton] ip firewall nat print
    Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
    0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
    [admin@Waton] >
    Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika
    berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway
    server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox
    yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita. Misal Ip address server
    mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.
    Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup
    dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :
  • Buat IP address pool
    /ip pool add name=dhcp-pool ranges=172.16.0.10-172.16.0.20
  • Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client
    Pada contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24 dan gatewaynya 172.16.0.1
    /ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1
  • Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )
    /ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
  • Lihat status DHCP server
    [admin@Waton] > ip dhcp-server print
    Flags: X - disabled, I - invalid
    # NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
    0 X dhcp1 ether2
    Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih
    dahulu pada langkah 5.
  • Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
    /ip dhcp-server enable 0
    kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti
    sudah aktif.
  • Tes Dari client

Daftar Pustaka
http://mikrotik.com

Rabu, 20 Mei 2009

Sekilas Info Ttg Router

Router

Komponen-komponen internal yang ada pada router:
RAM disebut juga dynamic RAM (DRAM), mempunyai karakteristik dan fungsi
dibawah ini:
· Menjaga ARP cache
· Menjaga fast-switching cache
· Melakukan penjagaan paket (membagi RAM)
· Memeliharan antrian paket

Karakteristik dan fungsi dari NVRAM:
· Menyediakan penyimpanan untuk startup configuration file
· Mempertahankan isi file konfigurasi ketika router dimatikan atau restart

Karakteristik dan fungsi dari Flash memory:
· Memberikan software untuk diperbaharui tanpa menghapus dan
mengganti chip processor
· Adalah jenis yang secara elektronik dapat dihapus (EEPROM)
Karakteristik dan fungsi dari Read-only memory (ROM):
· Menyimpan program bootstrap dan dasar software system operasi
· Membutuhkan penggantian chip pada motherboard untuk meningkatkan
mutu software

Karakteristik dan fungsi Interfaces:
· Menghubungkan router ke jaringan untuk frame yang masuk dan yang
keluar
· Interface dapat ditambah dan memisahkan module
Ada 3 jenis koneksi external pada router yaitu:
  • Interface LAN - Interface LAN memberikan router untuk terhubung ke
    media LAN
  • Interface WAN - Hubungan WAN memberikan koneksi melalui service
    provider ke tempat yang jauh atau ke internet. Ini mungkin koneksi serial
    atau berbagai interface WAN yang lain.
  • Management Port - Port management memberikan koneksi text-based
    untuk konfigurasi dan troubleshooting router.

Pengenalan Routing :

Routing adalah proses penetuan arah yang terjadi pada router yang digunakan
untuk meneruskan paket data ke jaringan tujuan.
Ada 3 jenis routing yang dikenal, yaitu:

  1. Static route – suatu metode routing yang dikonfigurasi secara manual oleh
    seorang administrator jaringan pada router.
  2. Default route - Default route digunakan untuk arah paket dengan tujuan
    yang tidak ditujukan untuk tujuan manapun pada tabel routing.
  3. Dynamic route – suatu medote routing yang melakukan penyesuaian
    secara otomatis untuk informasi perubahan topologi dan traffic.

Mengkonfigurasi Static Route
Ikuti langkah-langkah yangdigunakan untuk mengkonfigurasi static routes:

  1. Menentukan semua jaringan tujuan, termasuk subnet masks-nya serta
    gateway-nya.
  2. Masuk ke mode global configuration.
  3. Ketikkan perintah ip route dengan alamat tujuan dan subnet mask yang
    diikuti dengan gateway.
    Contoh:
    waycross(config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0
    172.16.4.1 130
  4. Ulangi langkah ke tiga untuk tujuan jaringan yang berbeda.
  5. Keluar dari mode global configuration.
  6. Simpan konfigurasi tersebut ke NVRAM dengan perintah copy runningconfig
    startup-config.

Mengkonfigurasi Defaul t Route
Ikuti langkah-langkah yangdigunakan untuk mengkonfigurasi static routes:

  1. Masuk ke mode global configuration.
  2. Ketikkan perintah ip route dengan 0.0.0.0 untuk alamat jaringan tujuan
    dan 0.0.0.0 untuk subnet mask. Gateway untuk default route dapat dipilih
    interface manapun yang terhubung dari jaringan local ke luar jaringan atau
    alamt IP router selanjutnya atau tetangganya. Konfigurasi default route
    adalah ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 [next-hop-address outgoing interface]
  3. Keluar dari mode global configuration.
  4. Disimpan konfigurasi aktif ke NVRAM dengan menggunakan perintah
    copy running-config startup-config.

Senin, 18 Mei 2009

Networking Media n Device

Tipe-Tipe Media Jaringan
Networking media bisa didefinisikan sebagai alat dimana sinyal atau data dikirimkan dari satu komputer ke komputer lainnya. Sinyal bisa ditransmisikan melalui kabel ataupun nirkabel/wireless. Ada bermacam networking media di pasaran. diantaranya:
1. Kabel Twisted-pair
Twisted-pair adalah tipe cabling/pengkabelan yang dipakai komunikasi telepon dan sebagian besar jaringan Ethernet. Gambars dab menunjukkan dua contoh kabel twisted pair. Sepasang kawat membentuk sirkuit yang bisa mentransmit data. Pasangannya dilingkarkan untuk mengindari cross talk. Sepasang kawat tembaga yang ada dalam insulasi plastik berkode warna dilingkarkan bersama. Kemudian pasangan yang terlingkan ini dilindungi baik dari dalam maupun dari luar jaket.
Ada dua tipe dasar:
  • Shielded (terlindungi) twisted-pair (STP) Kabel shielded twisted-pair (STP) menggabungkan tehnik pembatalan (cancellation) dan twisting (pelingkar) dari kawat dengan perisai/perlindungan. Tiap pasang kawat dibungkus dalam foil metalik untuk melindungi kawat dari suara gaduh. 4 pasang kawat kemudian dibungkus dalam foil metalik keseluruhan. STP memproduksi kegaduhan elektronik, baik dalam kabel, crosstalk, dan luar kabel, yaitu EMI dan RFI. Meski STP lebih melindungi interferensi dari pada UTP, dia lebih mahal dan sulit di pasang. Metalik shielding juga harus di ground pada kedua akhir. Jika tidak, shield bertindak seperti antena yang mengambil sinyal yang tidak diinginkan. STP biasa dipakai di Eropa.
  • Unshielded (tak terlindungi) twisted-pair (UTP) Kabel unshielded twisted-pair (UTP) digunakan dalam bermacam network. Dia memiliki 4 pasang kawat. Tipe kabel ini bergantung pada pembatalan efek yang dihasilkan pasangan twisted wire untuk membatasi sinyal degradasi yang disebabkan oleh electromagnetic interference (EMI) dan radio frequency interference (RFI). UTP adalah cabling paling umum dipakai dalam network Ethernet.

Kebanyakan network saat ini dibangun dengan kabel UTP. Connector pada akhir kabel dikenal dengan RJ-45 connector. Setelah mengatur kawat pada urutan kode warna yang benar, hilangkanlah dengan suatu RJ-45 connector. Suatu tool dipakai untuk men-terminate kabel UTP dalam suatu RJ-45 connector.

3. Kabel Fiber-optic

Kabel fiber optik adalah networking menengah yang mampu mengkonduksi transmisi cahaya yang termodulasi. Memodulasi cahaya artinya memanipulasinya sehingga bisa dia berjalan mentransmit data. Fiber optik mengacu pada pengkabelan yang memiliki suatu inti hamparan gelas atau plastik kecuali tembaga), yang dilaluui pulsa cahaya membawa sinyal

4. Wireless

Suatu wireless network adalah metode alternatif untuk menghubangkan LAN. Network ini menggunakan gelombang elektromagnetik seperti radio frequency (RF), laser, infrared (IR), dan satellite/microwave untuk membawa sinyal dari satu komputer ke komputer lain tanpa koneksi kabel permanen. Hal ini sangat menarik untuk membangun suatu network.
Aplikasi umum komunikasi data wireless adalah untuk penggunaan yang mobile/bergerak. Beberapa contohnya adalah komuter, pesawat, satelit, dan stasiun luar angkasa.
Pada intinya komunikasi wireless adalah device yang disebut transmitter (pengirim) dan receiver (penerima). Source/sumber berinteraksi dengan transmiter yang mengkonversi data ke dalam gelombang elektromagnetik yang lalu diterima receiver. Receiver lalu mengkonversi data ke dalam gelombang elektromagnetik kembali menjadi data ke tujuan. Untuk komunikasi dua arah, tiap device memerlukan transmiter dan receiver. Banyak produsen yang membangun transmiter dan receiver dalam satu unit yang disebut transreceiver atau wireless network card. Semua device dalam LAN (WLAN) harus memiliki wireless network card yang tepasang dengan baik.
Dua tehnologi wireless yang biasa dipakai untuk networking adalah IR dan RF. Tehnologi IR mempunyai kelemahan. Workstation dan device digital harus sejalan dari penglihatan transmiter agar bisa beroperasi. Suatu network berbasis infrared menyesuaikan lingkungan dimana semua device digital yang memerlukan konektivitas network berada dalam satu ruangan. Tehnologi IR networking dapat dipasang dengan cepat, tapi sinyal data bisa dilemahkan atau diganggu oleh orang-orang yang berjalan dengan cepat di ruangan tersebut atau juga kelembaban di udara. Karena itulah tehnologi ini sedang dikembangkan lebih lanjut.Tehnologi RF memungkinkan device untuk berbeda ruangan bahkan gedung. Range terbatas dari sinyal radio akan masih membatasi penggunaan network jenis ini. Tehnologi RF bisa dalam frekuensi single atau multiple. Suatu frekuensi radio single/tunggal adalah subyek dari interferensi luar dan gangguan geografis. Orang lain juga bisa dengan mudah memonitor frekuensi tunggal yang mengakibatkan transmisi data tidak aman. Spektrum tersebar menghindarkan problem transmisi data yang tidak aman dengan menggunakan frekuensi multiple/banyak untuk meningkatkan kekebalan atas kegaduhan dan menyulitkan orang luar untuk meng-intercept transmisi data.

Device-Device

1. Hub dan repeater

Suatu repeater menerima sinyal, meregenerasinya, dan melewatkannya. Repeater digunakan umumnya pada ujung network untuk menambah kawat/wire sehingga lebih banyak workstation bisa ditambahkan. Hub adalah repeater multi-port. Penggunaan hub merubah topologi network dari linear bus, dimana tiap device menancap langsung pada kawat, menjadi suatu star. Dengan hub, data datang melalui kabel ke hub port diulang secara elektrik pada port lain yang terhubung pada Ethernet LAN yang sama, kecuali untuk port dimana data diterma. Poin-poin penting yang harus diingat tentang hub adalah:

  • Semua device yang di attach pada hub mendengar semua traffic. Hub menjaga domain collission tunggal. Collission adalah situasi dimana dua stasiun akhir mengirim data melalui network pada saat yang bersamaan.
  • Terkadang hub disebut juga konsentratror, dikarenakan mereka berperan sebagai poin koneksi sentral untuk Ethernet LAN.
  • Hub beroperasi pada layer fisik dari OSI model.

2. Bridge dan switch

Bridge berfungsi membuat keputusan pintar tentang iya tidaknya untuk melewatkan sinyal pada segmen selanjutnya di network, Bila ditempatkan dengan strategis, bridge bisa meningkatkan penampilan network. Suatu switch terkadang dideskripsikan sebagai multi-port bridge. Bila bridge biasa hanya memiliki dua port, yang menghubungkan dua link segmen network, switch bisa memiliki banyak port bergantung berapa banyak segmen network yang harus di hubungkan.

Seperti bridge, switch mempelajari informasi tertentu mengenai paket data yang mereka terima dari berbagai komputer pada network. Mereka menggunakan informasi ini untuk membangun tabel yang ada untuk menentukan tujuan dari data yang sedang dikirim oleh satu komputer ke komputer lain di network.
Meski ada keserupaan diantara keduanya, switch lebih canggih daripada bridge. Switch memiliki banyak port dengan banyak segmen network yang terhubung dengan mereka. Switch memilih port kepada apa yang tersambung dengan device atau workstation tujuan. Ethernet switch menjadi solusi konektivitas populer karena bisa meningkatkan penampilan network, atau kecepatan dan bandwidth. Switch membantu mengsegmentasi network dan membantu mengurangi kepadatan traffic dengan membatasi tiap port pada domain kolisinya. Kolisi (collision) pada network muncul saat paket dikirimkan melalui network. Ini biasa terjadi saat ada lebih dari satu device yang mencoba mengirim paket pada waktu yang bersamaan. Kolisi ini berdampak pada pesan yang korup dan bandwidth yang digunakan. Penting untuk network mengimplementasikan device untuk mengurangi kolisi ini. Ini dianggap domain karena hanya device yang ada di domain yang mentransmisi paket yang bisa mengakibatkan kolisi. Mereka tidak turut campur dengan dengan device lain yang mentransmit pada segmen lain pada network. Switch yang mampu membuat tiap port domain kolisinya sendiri bisa melindungi resource pada network dengan membatasi device yang hanya terhubung ke port itu kepada domain kolisinya sendiri. Ini akan mengurangi interferensi untuk device itu seperti interferensi dari device lain yang mentransmisi paket dalam segmen lain pada network. Meski switch bisa mengsegmentasi network menjadi multiple collision domain, dia tidak bisa mengsegmentasi network kepada broadcast domain terpisah. Broadcast domain muncul saat suatu network tersegmentasi ke dalam banyak bagian, dan tidak ada broadcast traffic yang dijinkan untuk melintasi segmen.

3. Router
Router harus membuat keputusan pintar pada bagaimana mengirim data dari satu segmen ke segmen lainnya. Misalnya, dari suatu komputer pada network segmen 1, kepada komputer segmen 3. Router adalah device internetworking tercanggih dan beroperasi pada network layer dari OSI model. Mereka lebih lambat dari bridge dan switch tapi membuat keputusan “pintar” pada bagaimana me rute paket yang diterima dari satu port ke network lain pada port lain. Router, seperti swtch, mampu mengsegmentasi network. Router mampu mengsegmentasi network ke multiplr collision domain seperti juga multiple bradcast domain. Suatu broadcast domain adalah area logikal dalam network komputer dimana komputer yang terhubung ke network komputer bisa dengan langsung mentransmit kepada yang lainnya di domain tanpa melalui routing device. Ini adalah suatu area dari network komputer yang dibuat dari semua komputer dan device networking yang mampu diraih dengan mengirimkan suatu frame ke data link layer. Tiap port dimana segmen network tergabung dideskripsikan sebagai router interface. Router bisa jadi komputer dengan software network khusus yang terinstall padanya atau mereka bisa jadi devic lain yang dibangun oleh produsen peralatan network . Router terdiri dari tabel dari network address bersama tujuan optimal me-rute pada network lain. Gambar menunjukkan Cisco router.

Komponen Jaringan

Komponen-komponen Fisik dari suatu Network
1. NIC
Suatu network interface card (NIC) adalah suatu device yang menancap pada motherboard dan menyediakan port-port untuk network media connection. Ini adalah komponen pada komputer yang ber-interface dengan the local-area network (LAN). Saat NIC diinstall di komputer, IRQ, I/O address, dan memory space untuk operating system drivers akan di set otomatis agar bisa berfungsi. Tapi ini harus dilakukan dengan manual jika menggunakan NIC yang lama.
Informasi berikut penting dalam memilih suatu NIC yang digunakan di Network:
  • Tipe network – NICs dirancang untuk Ethernet LANs, Token Ring, Fiber Distributed Data Interface (FDDI), dan yang lainnya. suatu NIC yang dirancang untuk Ethernet LANs tidak akan berfungsi untuk Token Ring networks dan sebaliknya.
  • Tipe media – Tipe port atau connector pada suatu NIC yang menyediakan koneksi network adalah bersifat media specific. Tipe-tipe media termasuk twisted-pair, coaxial, fiber-optic, dan wireless.
  • Tipe system bus –Protocol Control Information (PCI) slots lebih cepat dari Industry-Standard Architecture (ISA). Disarankan agar menggunakan PCI dengan FDDI cards karena suatu ISA bus tidak akan mampu menangani kecepatan yang diperlukan.

2. Setting IP/Address

Dalam suatu TCP/IP-based LAN, PCs menggunakan Internet Protocol (IP) addresses untuk mengidentifikasi dan melacak saru sama lain. Suatu IP address adalah suatu 32-bit binary number. Binary number ini dibagi menjadi 4 grup dari 8 bit yang dikenal dengan octets, tiap-tiapnya direpresentasikan dengan nomor desimal dalam range 0 sampai 255. Octet dipisahkan oleh poin desimal. Suatu contoh IP address adalah 190.100.5.54. tipe address ini dideskripsikan sebagai representasi desimal dot. Tiap device di network memiliki IP address yang dikenal dengan host atau node.
Secondary dotted decimal number yang dkenal dengan subnet mask, selalu menemani IP address. Suatu subnet mask adalah tool yang digunakan oleh administrator sistem untuk mengsegmentasi network address yang telah ditujukan ke network, tehnik subnetting memungkinkan seluruh network untuk direpresentasikan ke internet dengan menggunakan satu address. Suatu contoh subnet mask adalah 255.255.0.0. subnet mask juga digunakan untuk menentukan apakah suatu host IP address tertentu adalah lokal (pada segmen network yang sama) atau jauh ( pada segmen lain). Ada beberapa pilihan untuk meng-assign(menugasi) IP address untuk host pad LAN:

  • Static –Di-assign secara manual oleh administrator network
  • Dynamic – Di-assign oleh Dynamic Host Congambaration Protocol (DHCP) server (DHCP servers dibahas pada bagian lain)
  • Automatic – Private IP addressing

3. DHCP Server

Cara lain bagi komputer di network untuk meraih suaatu IP address adalah melalui Dynamic Host Congambaration Protocol (DHCP) server. DHCP adalah suatu software utility yang secara otomatis meng-assigns IP addresses ke PCs. Komputer yang menjalankan software ini dikenal dengan suatu DCHP server. DCHP server meng-assign IP addresses dan informasi kongambarasi TCP/IP untuk komputer yang dikongambarasikan sebagai DHCP clients. Proses dinamis ini menghilangkan kebutuhan akan penugasan IP address secara manual. Device yang memerlukan IP address yang statis atau permanen masih harus memiliki IP addressnya di assign secara manual. Gambar menunjukkan contoh tool yang akan dipakai user untuk mengkongambarasi suatu server untuk menjalankan DCHP server ke klien sistem pada network.
Saat DHCP server menerima suatu request dari host, dia memilih informasi IP address dari suatu set adress yang di tentukan sebelumnya dan tersetor di data basenya. Sekali dia telah memilih informasi IP, dia menawarkan value ini kepada device yang merequest pada network. Jika device menerima tawaran tersebut, DHCP server akan kemudian meneruskan informasi IP kepada device untuk suatu periode tertentu.
Informasi IP address yang bisa di assign oleh DHCP server kepada hosts yang memulai network adalah sebagai berikut :

  • Suatu IP address
  • Suatu subnet mask
  • Default gateway
  • Optional values termasuk suatu DNS server address dan WINS

Kegunaan sistem ini menyederhanakan administrasi suatu network karena soft ware menjaga track IP address.dengan otomatis mengkongambarasi TCP/IP juga mengurangi kemungkinan pendaftaran duplikat dari IP address atau IP adress yang tidak valit.untuk komputer apapun di network agar bisa memanfaatkan service yang disediakan DHCP sever, dia pertama kali harus mampu mengidentifikasi server pada lokal network. Pilihan untuk meraih suatu IP address secara otomatis dipilih dari TCP/IP Properties dialog box. Gambar menunjukkan contoh dari layar kongambarasi IP address pada windows clien saat dia dikongambarasikan dengan suatu IP address melalui DHCP. Dalam kasus lain suatu sistim operasi bernama Automatic Private IP Addressing (APIPA) memungkinkan suatu komputer untuk meng assign dirinya sendiri suatu alamat jika dia tidak mampu mengkontak suatu DHCP server.

4. Domain Name System

Dalam LAN sekala besar sering kali sulit untuk mengingat IP address dari host. Kebanyakan host diidentifikasi di internet oleh nama komputer yang sudah dikenal yang disebut dengan host names. Domain Name System (DNS) digunakan untuk menterjemahkan nama-nama komputer seperti http://www.cisco.com/ kepada IP address unik yang berkaitan. DNS server menjaga rekaman yang membedakan nama (host) komputer dan IP address mereka yang berkaitan. Tipe-tipe rekaman ini dikombinasikan dalam tabel DNS. Saat suatu host name perlu untuk di terjemahkan ke IP addressnya, klien mengkontak DNS server.

Suatu hirarki dari DNS server ada pada internet dengan server-server berbeda menjaga informasi DNS untuk kewenangan area mereka sendiri, yang disebut denga zona. Jjika DNS server yang dikonsultasikan oleh suatu komputer tidak mempunyai suatu pemetaan IP untuk host name yang dicari,dia akan melewatkan query pada DNS server lain sampai informasi diketemukan. Jika nama tidak dapat di resolve kepada suatu IP address pada level tertinggi DNS server, maka error akan dikembalikan.
DNS bukanlah suatu keperluan absolut untuk berkomunikasi pada internet, tapi tanpanya semua komunikasi harus menggunakan IP address dari pada host name. Akan lebih mudah untuk mengingat "www.cisco.com" dari pada 198.133.219.25. Agar komputer pada LAN bisa mengakses dan menggunakan DNS service, DNS server IP address harus dikongambarasikan dalam Network Settings. DNS server IP address bisa di enter secara manual pada Internet TCP/IP properties dialog box, atau bisa secara otomatis dapat dokongambarasikan oleh fitur tambahan yang digunakan dalam DHCP.

5. Default Gate Way

Suatu komputer terlokasi pada satu segment network yang mencoba bicara pada komputer lain pada segment berbeda melalui suatu router, mengirimkan data melalui suatu default gateway (gerbang asli). Default gateway adalah interface sisi dekat dari router. Ini adalah interface pada router dimana local computer network segment atau kabel berada. Agar tiap-tiap komputer bisa mengenali default gatewaynya, near side router interface IP address yang bersangkutan harus di enter kepada host dari TCP/IP Properties dialog box.

Install Linux? Gimana sih??

Prosedur Instalasi Linux
1. Metode Booting
Instalasi Linux dengan cara ini akan membutuhkan sistem booting lebih dahulu dengan menggunakan bootable floppy disk atau bootable CD-ROM. Disk ini biasanya sudah menjadi satu dengan distribusi Linux yang akan diinstal. Metode ini berguna untuk menginstal distribusi Linux pada bagian tertentu. Metode ini juga membutuhkan konfigurasi yang tepat yang harus dilakukan terkebih dahulu pada sistem BIOS. Pada BIOS terdapat seting yang dapat dipilih melalui media yang mana booting dilakukan. Pilihannya antara lain, floppy disk, hard drive, CD-ROM, network drive, atau removable drive kapasitas besar seperti Jaz atau Zip drive
2. Media Instalasi
Langkah pertama pada proses instalasi Linux adalah menentukan media instalasi. Beberapa pilihannya antara lain melalui CD, network server, floppy disk, atau dari harddisk yang sudah di-copy-kan file sistem dari CD. Pada pelatihan ini kita menggunakan media CD.
Cara yang paling mudah dan tercepat adalah instalasi melalui CD. Dan biasanya distribusi Linux dirilis dalam bentuk CD. Tetapi beberapa distribusi, seperti SuSE Linux, menyediakan file instalasi melalui DVD-ROM selain CD. Pada bab sebelumnya.
Linux juga dapat diinstal melalui network connection. Metode ini direkomendasikan hanya jika terdapat network connection yang cepat. Sistem harus di-boot dengan floppy disk terlebih dahulu, baru kemudian memilih media instalasi OS yaitu network connection. Path atau lokasi file instalasi juga perlu diketahui. Instalasi Linux melalui network merupakan pilihan yang baik apabila tidak terpasang CD-ROM atau DVD-ROM. Pada kasus ini drive CD-ROM pada sistem lain pada jaringan dapat di-share, dengan menghubungkan sistem yang ada CD-ROMnya pada network, maka file instalasi dapat diakses. Satu kelemahan pada metode ini yaitu kecepatannya sangat lemah. Jika network atau remote connection ‘down’ maka proses instalasi akan mengulang dari awal lagi.Linux dapat diinstal dari file yang berlokasi pada partisi yang berbeda. Walaupun pada partisi tersebut berjalan OS yang berbeda. Atau disebut juga instalasi dari harddisk. Jika OS yang di-download disimpan pada partisi yang berjalan Windows misalnya, maka partisi lainnya dapat mengakses file-file dan menginstal Linux dari partisi tersebut.
3. Menentukan Parameter
  • Bahasa
    Satu pilihan pertama yang ditampilkan adalah pilihan bahasa apa yang akan digunakan. Gambar1 adalah contoh layar pilihan bahasa yang digunakan selama proses instalasi. Ini mungkin langkah mudah. Tetapi, pemilihan bahasa seharusnya disesuaikan dengan orang yang hendak menggunakan sistem atau orang yang menginstal OS pada komputer.
  • Syarat Lisensi
    Walaupun Linux tidak seketat Microsoft misalnya, syarat lisensi adalah penting dan orang yang melakukan instalasi perlu membaca lisensi ini. walaupun Linux adalah open source tetapi kadangkala ada software yang ‘bundled’ dengan distribusi tersebut. Oleh karena itu, dengan tidak mengikuti syarat perjanjian lisensi maka itu dapat dikatakan sebagai pelanggaran hak cipta.
  • Tipe Instalasi
    Jika syarat lisensi sudah terpenuhi, maka langkah berikutnya adalah memilih tipe instalasi yang akan dilakukan. Tergantung distribusi yang diinstal langkah ini berbeda satu sama lain. Beberapa distribusi mengingatkan user untuk memilih mode recomended atau expert installation pada langkah ini. distribusi lainnya, seperti RedHat, akan memberikan option untuk menentukan tipe instalasi seperti contohnya sebagai workstation, server, atau Custom. Ketika menginstal Linux untuk pertama kalinya, tipe recommended installation mungkin merupakan metode yang paling mudah dilakukan. Dengan memilih metode ini, tidak akan muncul lagi pilihan tentang tipe instalasi yang akan digunakan. Jika pada RedHat 7.2 dipilih tipe workstation, maka yang terinstal adalah feature dasar yang dibutuhkan sebuah workstation seperti sistem X window. Dan tidak akan menginstal feature server seperti FTP, HTTP, atau Telnet. Jika yang dipilih adalah instalasi server, maka feature tersebut akan diinstal, sebaliknya tidak akan menginstal X window. Sedangkan pilihan Custom Installation akan menginstal apa saja yang dipilih user. Contohnya, memilih sistem X Window untuk diinstal sebaik daemon yang diperlukan oleh sebuah server seperti FTP, HTTP, dan Telnet.
  • Mouse dan Keyboard
    Setelah menentukan tipe instalasi yang tepat,sistem melanjutkan pada langkah deteksi harddisk. Kemudian sistem mendeteksi mouse dan keyboard. Linux dapat meng-autodetect mouse dan keyboard dan yang sesuai akan dipilih. Jika tidak autodetect maka sebuah window akan menampilkan pilihan mouse dan keyboard yang dipasang pada komputer. Feature seperti banyaknya button pada mouse maksudnya yaitu apakah mouse mempunyai wheel(roda) atau tidak yang bisa dipilih. Tidak ada pilihan yang dipilih selain memilih US keyboard atau US Keyboard (International). Pilihlah US Keyboard jika keyboard dijual di United States. Dan pilihlah US Keyboard (International) jika tidak.

4. Membuat File Sistem

Pada dasarnya ketika Linux membuat file system, maka yang dilakukan adalh mem-format hard drive. Ini adalah proses dimana ext2,ext3 atau Reiser file system dituliskan pada partisi. Ingatlah bahwa mem-format hard drive berarti menghapus semua data sebelumnya yang ada pada partisi yang di-format. Oleh karena itu, pastikan data sudah tidak diperlukan lagi atau sudah di-backup.
Memformat hard drive tidak selalu diperlukan. Kadangkala file sistem ini sudah dibuat dengan partitioning and formatting tool seperti PartitionMagic. Alasan hard drive tidak perlu di-format atau dipartisi adalah ketika meng-upgrade atau ada OS lain yang juga diinstal. Jika user menginginkan Linux yang fresh, maka lebih baik mem-format hard drive.Option yang ada pada distribusi Linux pada umumnya saat mem-format adalah ‘bad block check’. Pilihan ini adalah pilihan lanjutan yang akan memeriksa setiap sektor pada disk atau partisi dan memastikan dalam keadaan baik sebelum diformat. Proses ini memerlukan waktu yang lebih lama dari format yang biasanya, tetapi bila OS sudah terinstal dapat mempersingkat waktu mengolah data sehingga proses lebih cepat. Jika selama proses pemeriksaan, ditemukan bad block, maka gantilah disk. Itu adalah pertanda bahwa disk mulai rusak.

5. Memilih Paket

Setelah mempartisi dan mem-format hard drive, maka akan ditampilkan daftar package (paket) yang dapat diinstal, seperti pada gambar1. ada banyak paket yang dapat dipilih, tergantung distribusi yang diinstal. Ingatlah bahwa kapasitas disk terbatas. Denagn menginstal semua paket akan memboroskan ruang disk. Contohnya, beberapa paket dari workstation KDE atau GNOME membutuhkan ruang disk 100Mbyte. Beberapa distribusi akan menampilkan berapa ruang yang akan dipakai untuk paket yang akan diinstal. Distribusi yang lain mungkin tidak akan menampilkan fasilitas ini sampai paket-paket sudah dipilih dan instalasi sedang dalam proses menuju langkah berikutnya.
Distribusi seperti Mandrake membolehkan memilih semua paket atau per bagian untuk diinstal. Ini membantu jika hanya diinginkan bagian tertentu dari paket. Jika option ini dipilih, maka dapat mem-browse paket dan memilih secara per bagian kecil. Individual feature dri paket ini mempunyai dependesi, yang berarti bahwa individual program yang lain harus diinstal supaya semua dapat berjalan. Dengan menginstal salah satu paket tanpa menginstal program atau paket yang memiliki dependensi, maka sistem akan mengindikasikan bahwa paket yang lain tersebut harus diinstal.
Setelah paket sudah dipilih, proses instalasi akan melangkah pada tahap berikutnya. Di sini terlihat bahwa instalasi aktual OS membutuhkan ruang yang lebih besar.

6. Linux Multimedia

Sound Sound card baru pada umumnya mempunyai paling sedikit basic support pada Linux. Beberapa disupport langsung oleh kernel, terdapat option alternatif meliputi Advanced Linux Sound Architecture dan Open Sound System.
Sebuah sound card mempunyai kemampuan output 16-bit PCM dan sudah mencukupi kebutuhan audio output yang hebat. Support hardware MIDI jarang pada kebanyakan card, tetapi utility dapat men-simulasikan perangkat MIDI dalam software.
Video Kebanyakan akselerasi hardware membutuhkan usaha yang besar, walaupun card baru yang populer sudah mendukung dengan baik. Nvidia mengeluarkan closed source accelerated driver untuk Xfree86, sedangkan ATI's Radeon line memiliki DRI (Direct Rendering Infrastructure) mendukung kernel Linux.
Utiliy full motion video dapat menampilkan output hardware terakselerasi melalui ekstensi X-video (Xv) yang ada pada XFree86 4.X. X-video menampilkan gambar dengan kualitas scaling dan filtering menggunakan segmentshared memory. Untuk mengetes apakah terdapat hardware dengan output terakselerasi Xv, gunakan perintah xvinfo. Umumnya, ada tiga perbedaan pada file film. Yang pertama, file MPEG-1. tidak ada masalah dalam menjalankan file ini karena tidak ada program kompresi atau decoder yang dibutuhkan. Ini berarti bahwa Anda dapat langsung menjalankan file pada player. Selain file MPEG, juga ada file AVI. File ini di-decode dan dikompresi. Untuk menjalankan file AVI, Anda membutuhkan decoder yang tepat, yang tidak mendukung Linux dengan baik.
Sebuah program yang populer digunakan pada Linux, yang mendukung banyak decoder seperti file.avi atau .mov, adalah Xine. Anda harus men-download dua bagian untuk dapat emnggunakannya. Yang satu adalah file libraries sedangkan lainnya berisi binary. Untuk menginstal Xine, download file libraries terlebih dahulu, kemudian kompilasi dan baru kemudian ui-files (user interface files). Setelah men-download, kemudian mengkompilasi dan menginstal. Lalu bukalah direktori source, yang terbuat dengan sendirinya saat mengekstrak file, dan berikan perintah berikut. Anda membutuhkan compiler C/C++ untuk mengoperasikan perintah berikut.
./configure make install
make clean Lakukan ini pada Xine libraries, kemudian download Xine ui-files dan lakukan prosedur yang sama. Mungkin Anda akan mendapatkan pesan error selama proses mengkonfigurasi Xine user interface. Mungkin ini karena installer tidak dapat menemukan Xine libraries. Jika in terjadi, bukalah /etc/ld.so.conf,dan tambahkan lokasi libraries anda yang baru dan simpan file lalu jalankan ldconfig apaya system mengetahui lokasi baru tersebut. Setelah itu, Anda mungkin tidak akan menemui masalah lagi. Kemudian jalankan ./configure pada Xine ui-files dan kompilasi, lalu start dengan perintah xine. Perintah ini akan memulai sebuah window dan sebuah panel seperti CD player.

Dasar-dasar Sistem Operasi (SO)

Sisitem Operasi
1. Kompoenen Sistem Operasi
Sistem operasi adalah program software yang menyediakan tampilan antara user dan komputer dan berhasil menangani ribuan aplikasi. Kebanyakan sistem komputer dijual dengan sistem operasi terinstal didalamnya. Komputer yang didisain untuk user (pemakai) individual dinamakan Personal Computer (PC). Sistem operasi PC didisain untuk mengontrol jalannya program seperti Web Browser, Word Processor, dan program e-mail.
Terdapat tiga elemen dasar yang merupakan komponen penyusun sistem operasi yang cukup penting, yaitu :
  • User Interface – user berinteraksi dengan sistem operasi melalui user interface (antarmuka). User interface adalah bagian dari sistem operasi yang dapat digunakan untuk menjalankan perintah baik dengan mengetikkan perintah pada command prompt atau menunjuk dan meng-klik mouse pada Graphical User Interface (GUI).
  • Kernel – Ini adalah inti dari sistem operasi. Inti bertanggung jawab untuk loading dan mengoperasikan program atau memroses dan memanajemen masukan dan keluaran.
  • Sistem Manajemen File – Sistem Manajemen File adalah yang digunakan oleh sistem operasi untuk mengorganisir dan memanajemen file. File serupa dengan koleksi data. Secara virtual, semua informasi yang masuk ke dalam komputer disimpan dalam bentuk file. Ada banyak sekali bentuk file, termasuk file program, file data, dan file teks. Sistem operasi yang mengorganisir informasi ke dalam file dinamakan sistem file. Kebanyakan sistem operasi menggunakan sistem file hierarki, dimana akan mengorganisir file ke dalam direktori dibawah struktur pohon. Awal mula sistem direktori dinamakan direktori akar (root direktori).

2. Fungsi Sistem Operasi

  • Manajemen File dan Folder – Sebuah sistem operasi membuat struktur file di dalam hard drive komputer dimana data akan mudah disimpan dan diambil bila diperlukan. Ketika sebuah file disimpan, sistem operasi akan menyimpannya, memberi sebuah nama pada file tersebut, dan mengingat dimana meletakkan file tersebut sehingga mudah untuk diambil di masa mendatang.
  • Manajemen Aplikasi – Ketika user meminta sebuah program, sistem operasi akan mencari letak aplikasi yang dibutuhkan dan me-load-nya ke dalam memori utama atau komputer RAM. Semakin banyak program yang di-load, sistem operasi harus pula mengalokasikan tempat yang tersedia di dalam komputer.
  • Mendukung untuk program built-in – Sistem operasi menggunakan program utiliti untuk pemeliharaan dan perbaikan. Program utiliti akan membantu dalam mengidentifikasi masalah, menemukan file yang hilang, memperbaiki file yang rusak, dan mem-back up data. Gambar 1 menunjukkan hasil kemajuan Disk Defragmenter, yang dapat ditemukan dengan membuka Programs > Accessories > System Tools.
  • Kontrol terhadap hardware komputer – Sistem operasi berada diantara program dan Basic Input Output System (BIOS). BIOS mengontrol hardware. Semua program yang membutuhkan hardware akan melalui sistem operasi terlebih dahulu. Sistem operasinya dapat mengakses hardware melalui BIOS atau melalui driver peranti seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 2. Windows 2000 NOS memotong semua sistem BIOS dan mengendalikan hardware secara langsung.

3. Tipe Sistem Operasi

  • Multiuser – Dua atau lebih user dapat bekerja dengan program dan saling berbagi peralatan yang diperlukan seperti printer dalam waktu yang sama.
  • Multitasking – Computer mampu mengoperasikan aplikasi lebih dari satu pada saat yang sama.
  • Multiprocessing – Computer dapat menggunakah dua atau lebih unit prosessing (CPU) yang berbagi program.
  • Multithreading – Program dapat dipatahkan menjadi bentuk yang lebih kecil dan kemudian dapat di-load sebanyak yang diperlukan ke dalam sebuah sistem operasi. Multithreading juga dapat membuat program individual menjadi multitask.

Jumat, 01 Mei 2009

Protokol TCP/IP ??? Apaan tuch.....

Protokol TCP/IP

Dalam memahami dan mempelajari protokol TCP/IP SANGAT dianjurkan untuk mengenal bilangan biner (binary numbers) dan bilangan heksadesimal. Terms : 1 byte = 8 bits, Istilah byte biasanya disebut juga oktet (octet)
Agar paket data yang dikirim mengetahui data harus dikirim dari dan ke mana, setiap device dalam network TCP/IP mempunyai apa yang disebut sebagai alamat IP (IP address), IP address digunakan sesuai dengan alokasi IP yang diberikan kepada suatu network. Cara pengalamatan IP ini menggunakan ketentuan kelas yang ditetapkan IANA (Internet Address Network Authority). 2 Address dalam IP yaitu Network (Net id) dan Host (Host id)

Class A :
- Dimulai dari alamat IP 0 s/d 127
- Jumlah network 127
- Jumlah nodes 16.777.214
- Bit pertama 0 (nol)
- # bit netid 8 bit

Class B :
- Dimulai dari alamat IP 128 s/d 191
- Jumlah network 16.383
- Jumlah nodes 65.534
- Bit pertama 1 0 (satu-nol)
- # bit netid 16 bit

Class C :
- Dimulai dari alamat IP 192 s/d 223
- Jumlah network 2.097.151
- Jumlah nodes 254
- Bit pertama 1 1 (satu-satu)
- # bit netid : 24 bit
Contoh alamat : 192.244.179.10 (desimal) = dotted decimal

Class D :
- Dimulai dari alamat IP 224 s/d 239
- Digunakan untuk multicast paket

Class E :
- Dimulai dari alamat IP 240 s/d 255
- Dicadangkan untuk eksperimentasi

Alamat IP Khusus

Alamat 127.x.x.x khusus digunakan untuk melakukan loopback. Sehingga paket data dikirim dan dikembalikan pada device yang sama. Contohnya alamat 127.0.0.1 dapat digunakan untuk memeriksa apakah konfigurasi TCP/IP dalam
komputer itu sendiri telah berjalan dengan baik.

Host address (hostid) 0 (nol) atau seluruhnya 1 tidak digunakan untuk alamat suatu host. Alamat 0 ini digunakan sebagai alamat dari network itu sendiri. Contoh : alamat IP 133.51.0.0 menunjukkan network 133.51 yang merupakan network klas B. Dan alamat IP 133.51.255.255 merupakan alamat broadcast (broadcast address). Dikenal pula istilah local broadcast yaitu 255.255.255.255, yang digunakan sebagai jenis broadcast, contohnya dalam suatu LAN yang tidak melalui router.

Alokasi IP bebas untuk intranet :
Ø Class A --> subnet 10.0.0.0
Ø Class B --> subnet 172.16.0.0 - 172.31.255.255
Ø Class C --> subnet 192.160.0.0 - 192.168.255.255

Internet Protocol (IP)

Sebagai dasar dari komunikasi data, pemahaman layer akan lebih jelas jika kita mengerti terlebih dahulu tentang dasar dari OSI 7 layer. Karena banyaknya penggunaan istilah 'protokol'dan agar tidak membingungkan ; lakukan identifikasi protokol dengan mengasosiasikannya langsung pada layer mana protokol tsb. digunakan. Contoh : protokol Ethernet, merupakan protokol layer Data Link.
Fungsi dari Internet Protocol (IP) adalah memindah datagram antar interkoneksi jaringan melalui satu modul ke modul lainnya hingga mencapai tujuannya. Pemilihan jejak (path) jalur datagram untuk mencapai alamat tujuan dikenal dengan istilah routing.

Ada dua dasar dari fungsi Internet Protocol (IP) yaitu addressing (pengalamatan) dan Fragmentation (pemecahan datagram menjadi unit-unit kecil). IP menggunakan field dalam "internet header" untuk melakukan pemecahan
(fragment) dan merangkai kembali datagram tsb.

Senin, 23 Maret 2009

Yo' BUat Patch Cabels


10 Langkah mudah untuk membuat patch cables


Jika kita hendak membuat hubungan spesifik pada jaringan, diperlukan jenis konfigurasi kabel yang tepat.

1. Pertama, ingatlah urutan di bawah ini untuk Skema Warna pengkabelan EIA/TIA-568-B RJ-45

a. Straight-Through Cables: Untuk hubungan dari satu peralatan ke peralatan lain.
RJ-45 Jack A dan RJ-45 Jack B
No. Kabel Warna Kabel
1 White/Orange (Putih Jingga)
2 Orange (Jingga)
3 White/Green (Putih Hijau)
4 Blue (Biru)
5 White/Blue (putih BIru)
6 Green (HIjau)
7 White/Brown (Putih Coklat)
8 Brown (Coklat)

b. Cross Connect Cables: Untuk menghubungkan dua hubs/switch
RJ-45 Jack A
No. Kabel Warna Kabel
1 White/Orange (Putih Jingga)
2 Orange (Jingga)
3 White/Green (Putih Hijau)
4 Blue (Biru)
5 White/Blue (Putih Biru)
6 Green (HIjau)
7 White/Brown (Putih Coklat)
8 Brown (Coklat)

sedangkan untuk RJ-45 Jack B
No. Kabel Warna Kabel
1 White/Green (Putih Hijau)
2 Green (HIjau)
3 White/Orange (Putih Jingga)
4 Blue (Biru)
5 White/Blue (Putih Biru)
6 Orange (Jingga)
7 White/Brown (Putih Coklat)
8 Brown (Coklat)

2. Sekarang, tarik beberapa meter panjang kabel sesuai kebutuhan dan potonglah pada ujungnya.

3. Pegang ujung-ujung kabel, kupas kedua ujung kabel (pastikan panjang kupasan jangan lebih dari 2-3 cm).

4. Kemudian, pisahkan pilinan pair kabel menjadi sendiri-sendiri (sehingga seolah membentuk kipas).

5. Urutkan warna kabel sesuai dengan jenis sambungan yang akan kita gunakan.

6. Aturlah tiap-tiap utas kabel sesuai dengan urutan warna jenis kabel koneksi yang akan digunakan dengan benar. Tentukan urutan kabel ujung A atau B. Urutkan dari kiri ke kanan dengan ujung kabel diatas serapat mungkin.

7. Setelah salah satu ujung kabel UTP diatur sesuai skema jenis kabel yang akan digunakan. Ratakan ujung-ujung kabel menggunakan tang potong atau knip yang ada pada tang krimping. Jarak antara ujung kabel dengan jaket pelindung UTP ditentukan sekitar 10 – 13 mm. Pegang Jack konektor RJ-45, masukkan ujung kabel ke konektor RJ-45 sampai ujung-ujungnya rata dalam konektor RJ-45.

8. Berikutnya, kita lakukan krimping pada jack konektor RJ-45 menggunakan tang krimping. Lakukan krimping sampai pin-pin tembaga konektor menancap kuat pada ujung-ujung kabel tembaga yang terpasang. Kondisi akhir yang benar adalah jika jaket pelindung UTP ikut terjepit pada plastik konektor RJ-45. Sehingga jika kabel ditarik tidak mudah terlepas dari konektornya.
9. Ulangi langkah 1 sampai 8 untuk ujung kabel UTP yang lain.

10. Gunakan pengetes kabel (LAN cable tester) untuk memastikan bahwa kabel koneksi yang kita buat sudah benar dan berfungsi dengan baik.

11. Selesai sudah. Gampang kan???

Apasih BIOS itu??

B I O S


Basic input/output system (BIOS) memiliki instruksi dan data dalam chip ROM yang mengontrol proses boot dan hardware komputer. BIOS kadang disebut juga firmware. Chip ROM yang mengandung firmware dinamakan chip ROM BIOS, ROM BIOS, atau disederhanakan menjadi BIOS. Biasanya letak BIOS dalam motherboard ditandai. Sistem BIOS ini merupakan bagian yang sangat penting dalam komputer.
Jika CPU dikatakan sebagai otak komputer, sistem BIOS adalah jantung dari sistem. BIOS akan menentukan hard drive apa yang telah diinstal user, dimana ada atau tidak 3.5 inci floppy drive, memori macam apa yang diinstal dan banyak bagian penting lainnya dari sistem hardware pada waktu startup.
BIOS bertanggung jawab untuk melayani hubungan antara software operasi komputer dan berbagai komponen hardware yang mendukungnya. Beberapa tanggung jawab berikut termasuk:
* Hosting program setup untuk hardware
* Mengetes sistem dalam proses yang dinamakan POST
* Mengkontrol semua aspek dalam proses boot
* Mengeluarkan kode kesalahan audio dan video ketika ada masalah selama POST
* Menyediakan instruksi dasar untuk komputer agar dapat mengatur peranti dalam sistem
* Menemukan dan mengeksekusi kode BIOS apapun dalam kartu ekspansi
* Menemukan volume atau sektor boot dari drive manapun untuk memulai sistem operasi
* Memastikan kesesuaian antara hardware dan sistem

Contoh menu pada AWARD BIOS
1. Standar CMOS Setup
Digunakan untuk mengatur :
§ Date
Disini anda dapat mengatur tanggal yang sesuai untuk real time clock (mm:dd:yy) atau (bulan:tanggal:tahun). Pengubahan tanggal juga terkadang dapat dilakukan untuk menghindari aktifnya suatu virus pada tanggal tertentu.
§ Time
Disini setting-lah waktu yang tepat untuk real time clock. Sebuah real time clock yang salah di-setting dapat juga menimbulkan masalah, misalnya jika real time clock itu diminta oleh sebuah online-banking-software sebagai kriteria plausibilitas (kewajaran). Rumus untuk memasukkan tanggal (hh:mm:ss) atau (jam:menit:detik).
§ Harddisk
Digunakan untuk mengubah setting untuk harddisk. Semua chanel IDE dapat dikonfigurasikan disini, mulai dari primary master, primary slave, secondary master, secondary slave. Kolom “type” digunakan untuk menetukan parameter harddisk. BIOS sudah mempunyai 46 konfigurasi yang sudah tersimpan. Pilihan “none” berarti tidak ada harddisk yang terpasang. “Auto” berarti membuat BIOS melakukan autodeteksi ketika proses booting dilakukan. Pilihan “user” akan memberikan keleluasaan untuk mengubah parameter harddisk secara manual.
§ Drive A, drive B
Bagian ini dapat digunakan untuk mengkonfigurasikan floppy disk yang anda gunakan. Pilihan yang ada akan menentukan ukuran dan kapasitas yang digunakan. Ukuran yang tersedia adalah 3,5” dan 5,25” sedangkan kapasitasnya bervariasi mulai dari 360K, 720K, 1,2M sampai 2.88M. Pilihlah “none” jika tidak ada drive yang terpasang.
§ Video
Setting ini berhubungan dengan jenis kartu grafik, jadi biasanya “EGA/VGA”. Pilihan lain yang ada adalah CGA40, CGA80 atau MONO.
§ Halt on
Menentukan apa yang menyebabkan PC anda akan berhenti bekerja (halt). Pilihan “all errors” merupakan pilihan yang biasa digunakan dan akan menyebabkan PC anda berhenti jika terjadi kesalahan disegala komponen. Pilihan “All, But Keyboard” akan mengabaikan kesalahan akibat keyboard. Pilihan yang lain adalah “No Errors”, ”All, But Disk”, ”All, But Disk/Key”.
§ Memory
Ini adalah bagian informasi memori yang terpasang pada PC anda. Base memory umumnya berukuran 640KB, sisanya akan menjadi Extended Memory. Jika ditambahkan dengan Other Memory akan menghasilkan total memory yang terpasang dan ditampilkan pada bagian “Total Memory”.
2. BIOS Features Setup
§ Virus Warning
Digunakan untuk mencegah terjadinya penulisan ke tabel partisi harddisk, hal ini biasa dilakukan oleh virus untuk memperbanyak dirinya. Pilihan “Disabled” digunakan untuk mencegah terjadinya virus pada saat ketika melakukan instalasi. Pada keadaan “Enabled” ketika akan ada penulisan ke tabel partisi maka akan ditampilkan pesan dalam bentuk mode teks.
§ CPU Internal Cache
Digunakan untuk meng-enable/disable CPU Internal Cache.
§ External Cache
Digunakan untuk meng-enable-disable CPU External Cache.
§ Quick Power On Self Test
Proses Power On Self Test (POST) adalah proses pemeriksaan komponen-komponen PC pada saat komputer cold boot.
§ Boot Sequence
Digunakan untuk menetukan urutan proses booting yang akan dilakukan. Jika anda hanya akan booting dari harddsik pilihlah “C,A,SCSI” atau “C Only”
§ Swap Floppy Device
Dapat digunakan untuk menukar posisi drive A dan drive B. jika anda buat menjadi “Enabled” maka drive A akan menjadi drive B dan sebaliknya.
§ Boot Up Floppy Seek
Apabila pilihan ini berada diposisi “Enabled” maka pada saat booting BIOS akan mencari tahu apakah yang dipergunakan adalah floppy drive 40 track yang lama atau 80 track yang baru dengan cara menggerakkan head-nya ke suatau track 40. Buatlah menjadi “Disabled” untuk mempercepat booting.
§ Floppy Disk Access Control
Pilihan ini digunakan untuk menentukan hak akses yang diberikan ke floppy disk. Pilihan “Read Only” akan menyebabkan floppy anda hanya dapat dibaca tanpa bisa ditulis. Dan pilihan “R/W” normal dapat dibaca dan ditulis.
§ Boot Up Numlock status
Apabila dibuat “enabled” maka bios akan mengaktifkan fungsi numlock pada extended At-keyboard pada saat booting. Dengan demikian maka blok tombol yang ada di sebelah kanan akan bekerja sebagai tombol angka dan bukan tombol kursor.
§ Boot Up System Speed
Menentukan keadaan PC ketika boot up jika pilihan ini tidak ada maka keadaannya adalah “high”. Kondisi “low” digunakan untuk memperlambat PC.
§ Gate A20 Option
Menentukan keadaan dari jalur A20 (address bus, jalur nomor 20). “Normal” merupakan metode yang telah lama digunakan dengan menggunakan keyboard controler sedangkan “Fast” adalah metode yang berlaku sekarang ini dan lebih cepat dengan menggunakan chipset.
§ Typematic Rate Setting
Apabila dibuat “Enabled” maka pilihan-pilihannya yaitu “Typematic Rate (Chars/sec)” dan Typematic Delay (msec).
§ Security Option
Digunakan untuk menggunakan kapan password akan ditanyakan. Pilihan Setup akan menyebabkan password akan ditanyakan ketika BIOS Setup dijalankan. Sedangkan pilihan sistem akan menyebabkan password akan ditanyakan setiap kali PC melakukan booting.
§ PS/2 Mouse Function Control
Apabila dibuat menjadi auto maka pada saat booting BIOS akan mencari sebuah PS/2 Mouse. Apabila PS/2 Mouse tidak dapat ditemukan maka IRQ 12 akan dibebaskan untuk komponen lain yang memerlukan. Dengan “Disabled” maka tidak akan dilakukkan pengecekan.
§ PCI/VGA Palette Snoop
Pilihan standart adalah “Disabled”. Tapi jika anda menggunakan MPEG Card pada slot ISA dan mengalami kesalahan pada palet warna maka ubahlah menjadi “Enabled”.
§ OS Selector for DRAM > 64 MB
Jika anda menggunakan OS/2 Warp dan memiliki memory lebih dari 64 MB maka ubahlah menjadi “Enabled”. Dan sebaliknya ubah menjadi “Disabled”.
§ System/Video BIOS Shadow
Pada keadaan “Enabled” maka isi ROM BIOS sistem dan video yang lambat akan dishadow dan disalin ke RAM yang lebih cepat sehingga akses ke BIOS menjadi lebih cepat.
§ HDD S.M.A.R.T Capability
Digunakan untuk mengaktifkan fasilitas SMART pada hardisk anda. SMART adalah singkatan dari Self Monitoring, Analysis and Reforting Technology.

3. Chipset Features Setup
§ Auto Configuration
§ DRAM Speed Selection
Di sini akan ditentukan kecepatan dari memory yang dipergunakan untuk FPM (Fast page Mode) dan EDO DRAM (Extended Data-Out). Waktu yang biasa digunakan adalah “60ns” dan “70ns”.
§ System/Video BIOS Cacheable
Jika dibuat “Enabled” maka BIOS yang telah dishadow ke RAM dapat di chace-memory. Pilihan “Enabled” akan meningkatkan kecepatan system.
§ 8/16 Bit I/O Recovery Time
Di sini anda dapat mengatur beberapa banyak siklus yang digunakan untuk menunggu antara akses-akses yang akan dilakukan melalui Bus ISA.
4. Integrated Peripherals
§ Block Mode
Apabila dibuat “Enabled” atau “Auto” dan “HDD MAX” maka BIOS akan menggunakan block mode untuk transfer ke hardisk.
§ IDE PIO/UDMA
Digunakan untuk memilih mode PIO atau UDMA yang akan digunakan.
§ MODE PIO
Digunakan untuk menentukan seberapa besar seberapa cepat data di transfer dari dan ke hardisk.
§ Mode DMA
DMA adalah singkatan dari Direct Memory Accsess berarti data ditransfer langsung antara harddisk dengan memori tanpa menggunakan CPU. Cara ini berlawanan dengan PIO yang menggunakan CPU.
§ PCI Slot IDE Second Chanel
Dengan ini channel kedua dari sebuah card EIDE di slot PCI dapat diaktifkan “Enabled” atau dimatikan “Disabled”.
§ On-Chip Primary/Secondary PCI IDE
On-chip Primary/Secondary PCI IDE digunakan untuk mengaktifkan atau mematikan channel dari Onboard-IDE-Contoller. Ada dua channel yang biasanya telah ada di motherboard, yaitu primary channel dan secondary channel. Jika anda buat menjadi “Enabled” maka channel ini akan diaktifkan. Jika anda ingin mematikannya maka gunakan pilihan “Disabled”. Anda dapat mematikan salah satu channel onboard-IDE jika Anda ingin memasang hardisk controller card secara manual pada komputer anda.
§ Onboard PCI SCSI Chip
Jika motherboard anda memiliki Onboard SCSI Controler maka pilihan ini akan tampil. Digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan SCSI Controler yang ada pada mother board anda.
§ USB Controller
Pada mother board yang menggunakan chipset yang mendukung USB maka BIOS Setup akan menampilkan pilihan ini. Pilihan “Enabled” akan mengaktifkan USB Controller sedangkan pilihan “Disabled” akan mematikannya.
§ Onboard FDC Controller
Pilihan “Enabled” akan mengaktifkan OnBoard-Floppy disk-Controller. Resource yang digunakan oleh controller adalah IRQ 6 dan DMA 2. Jika “Disabled” maka sebaliknya.
§ Onboard Serial Port ½
Onboard Serial Port ½ digunakan untuk konfigurasi OnBoard Serial Port. Biasanya ada dua channel serial port yang dimiliki oleh motherboard. Pilihan “Disabled” akan menyebabkan serial port Anda tidak aktif, sedangkan pilihan lainnya akan menentukan port dan IRQ yanbg digunakan. Pilihan-pilihan lainnya itu antara lain “3F8/IRQ4”, “2F8/IRQ3”, dan sebagainya. Ada kalanya Anda harus mengganti konfigurasi serial port ketika Anda memasang modem internal yang menggunakan COM4.
§ UART2 Mode
UART2 mode digunakan untuk konfiguarasi serial port yang digunakan untuk komunikasi dengan komponen inframerah. Pilihan “Standard” digunakan untuk komunikasi normal dengan interface RS-233-C. Sedangkan pilihan lainnya, yaitu “IrDA 1.0”, “IrDA 1.1”, “ASK-IR” digunakan untuk menentukan tipe alat komunikasi inframerah yang terpasang pada serial port PC Anda.
§ Duplex Mode
Pilihan “Full” akan membuat komunikasi melalui inframerah dapat melakukan pengiriman dan penerimaan secara bersamaan, sedangkan pilihan “Half” akan menyebabkan proses pengiriman dan penerimaan data akan dilakukan secara bergantian.
§ Onboard Parallel Port
Onboard Parallel port digunakan untuk mengkonfigurasi Onboard Parallel port. Biasanya hanya ada satu channel Paralel port yang dimiliki oleh motherboard. Pilihan “Disabled” akan menyebabkab parallel port Anda tidak aktif. Sedangkan pilihan lainnya akan menentukan port Anda tidak aktif, sedangkan pilihan lainnya akan menentukan port dan IRQ yang digunakan. Pilihan-pilihan lainnya itu antara lain “378/IRQ7”, “278/IRQ5”, dan sebagainya.
§ Parallel Port Mode
Di sini biasanya tercantum “SPP”, “EPP” dan “ECP” serta bermacam-macam kombinasi dari dalamnya sebagai mode operasi untuk paralel port.
Berbeda dengan sebuah Standard Parallel Port (SPP), baik Enhached Paralel Port (EPP) maupun Extended Capabilities Port (ECP) bekerja secara dua arah (bidirectional) dan dengan demikian maka paralel port yang dikonfigurasikan sebagai EPP dan ECP akan bekerja lebih cepat dibandingkan dengan SPP. Apabila tidak timbul masalah, maka “ECP/EPP” merupakan setting yang terbaik, terfleksibel dan tercepat.
§ ECP Mode Use DMA
Menentukan channel DMA yang akan digunakan untuk parallel port dalam mode ECP. Pilihlah DMA 3 karena pilihan DMA 1 biasanya bentrok dengan sound card.
§ Parallel Port EPP Type
Menentukan type EPP yang akan digunakan ketika Anda memilih parallel port dalam mode EPP. Pilihan yang ada adalah “EPP1.7” dan “EPP1.9” yang lebih baru.
5. Power Management Setup
§ Power Management
Disini anda dapat mematikan (“Disabled”) atau menyalakan seluruh pilihan untuk penghematan energi. Jika anda aktifkan anda dapat menggunakan dua konfigurasi yang sudah diberikan , yaitu : “Max Saving” dan “Min Saving” sedangkan pilihan “User Define” digunakan untuk melakukan konfigurasi Power Management secara manual dengan mengubah beberapa pilihan lain.
§ PM Control by APM
Apabila anda menggunakan sebuah sistem operasi yang disertai dengan Advanced Power management seperti Windows 95.
§ Video Off Method
Disini tersedia bermacam-macam setting bagaiman monitor harus dimatikan. Pada pilihan “Blank Screen” hanya akan dikirim tampilan kosong ke monitor. Pilihan “VH-Sync+Blank” akan turut mematikan signal-signal sinkronisasi. Pilihan “DPMS Support” menentukan bahwa display adapter dam monitor diarahkan pada VESA Display Power Management Signaling.
§ Modem use IRQ
Disini dapat ditentukan IRQ yang digunakan oleh modem yang ada. Jika IRQ ini aktif akan “membangunkan” PC untuk menerima faksmili atau kiriman data.
§ Doze/Stand By/Suspend Mode
Setting ini digunakan untuk mengatur lamanya waktu yang diberikan bagi PC dalam keadaan aktif sebelum memasuki mode-mode yang ada. Pada mode Doze hanya processor dan harddisk yang dimatikan, mode Stand By mematikan harddisk dan monitor sedangkan mode Suspend akan mematikan semua komponen.
§ HDD Power Down
Menentukan berapa lama yang diberikan bagi harddisk untuk tidak bekerja sebelum dimatikan oleh BIOS secara software. Beberapa harddisk lama mengalami masalah jika bagian ini diaktifkan karena setelah “tidur” harddisk tersebut tidak bisa bangun secara software.
§ Wake Up Event in Doze & Standby
Berisi daftar IRQ yang dapat membangunkan PC mode Doze atau StandBy. IRQ-IRQ ini biasanya berhubungan dengan hardware tertentu, misalnya IRQ 4 untuk mouse, 14 dan 15 untuk hardisk. Dalam versi-versi BIOS yang lebih baru dikenal dengan istilah Reload Global Timer Events.
§ Power Down & Resume Events
Didalam daftar yang kedua ini semua komponen ditandai dengan “on” yang akan membangunkan komputer dari dalam suspend mode.
§ VGA-Active Monitor
Apabila pilihan ini berada pada “Enabled” maka aktivitas display adapter akan membangunkan sistem ketika berada dalam mode Stand by
§ CPU Fan Off in Suspend
Apabila diposisikan pada ”Enabled” maka BIOS akan mematikan kipas prosesor ketika berada pada mode suspend. Tapi kipas prosesor yang digunakan harus mengambil power dari konektor khusus di mother board dan tidak langsung dari konektor power supply.
§ Resume by Ring
Apabila pilihan ini berada pada posisi “Enabled” dan saluran ring-indicator dari interface serial menunjukkan adanya panggilan masuk pada modem, maka PC akan dibangunkan dari dalam mode penghematan energi.
§ IRQ 8 Clock event/IRQ 8 Break Suspend.
Jika anda memposisikan setting ini pada “Enabled” , maka real time clock dapat membangunkan komputer dari dalam mode suspend; karena IRQ 8 adalah interrupt dari real time clock (RTC).
6. PNP/PCI Configuration
§ PNP OS Installed
Jika anda memilih “Yes” maka BIOS mengurus pemberian IRQ, DMA dan I/O hanya pada saat booting.
§ Resources Controlled By
Disini dengan option “Auto” dan “Manual” anda dapat memutuskan, apakah pemberian resources harus dilakukan secara otomatis melalui BIOS atau setidaknya sebagian dilakukan secara manual.
§ Reset Configuration Data
Digunakan untuk menghapus data PnP yang tersimpan pada blok ESCD (Extended System Configuration Data) jika anda pilih “Enabled” maka BIOS akan menghapus data ESCD. Tapi hanya sekali saja, setelah itu pilihan ini akan diubah menjadi “Disabled” secara otomatis.
§ PCI IRQ Activated By
PCI IRQ Activated By digunakan untuk menentukan cara mengaktifkan IRQ pada bus PCI. Pilihan yang ada yaitu “Level” dan “Edge”
§ Slot x using INT#
Slot x using INT# menentukan IRQ yang akan digunakan oleh card yang terpasang pada masing-masing slot PCI. Dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah. Jika ada IRQ yang digunakan oleh card ISA yang tidak Plug n Play. Jika tidak ada masalah lebih baik tak ada pilihan “Auto”.

Minggu, 15 Maret 2009

Merakit Komputer?? Siapa takut..

MERAKIT KOMPUTER

Merakit komputer merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi yang suka dengan perakitan komputer. Sebelum mulai merakit komputer, maka persiapkan dulu komponen-komponennya, seperti casing (termasuk catu daya), motherboard, processor, heatsink dan kipasnya, memory, kartu grafis (VGA/AGP), harddisk, CD drive (CD-RW, DVD ROM, DVD R/RW), floppy disk drive, monitor, speaker, keyboard dan mouse. Selain komponen di atas, persiapkan juga CD driver dan CD sistem operasi serta software yang diperlukan untuk Install nanti. Beberapa kabel yang diperlukan, seperti kabel data IDE, kabel floppy, kabel audio serta kabel daya. Jangan lupa pula obeng, tang dan pinset.
Langkah-langkah untuk merakit PC secara umum adalah seperti berikut ini :

1. Memeriksa Motherboard.
a. Siapkan Motherboardnya dan amati bagian-bagiannya dengan seksama.
b. Seteleh itu buka pengunci socket processor.

2. Ambil Processor.
a. Perhatikan bahwa processor mempunyai tanda pada salah satu sudutnya, dalam hal ini biasanya ditandai dengan lekukan, lubang atau anak panah.

b. Cocokan tanda tersebut dengan tanda yang ada pada socket processor.
c. Jika saudara melakukan hal tersebut di atas dengan tepat, maka processor akan dapat dimasukkan ke socketnya dengan baik dan benar.
d. Kunci kembali socket tersebut, dengan cara menekan tuas kebawah dan mengaitkan pada pengunci yang ada.

3. Memasang Heatsink dan Kipas Pendingin.
a. Heatsink dan kipas angin biasanya sudah dirangkai menjadi satu, sehingga kita hanya tinggal memasangnya dan untuk memasangnya sangatlah mudah.
b. Sebelum memasang, perhatikan posisi kabel daya untuk kipas dengan lokasi connector dayanya. Cari jarak terpendek agar kabel daya itu tidak bersinggungan dengan kipas.
c. Dalam contoh heatsink Pentium 4 kali ini bentuk pendinginnya adalah bulat dan terdapat 4 buah pengunci pada 4 titik disekeliling pendingin.
d. Pasanglah heatsink tersebut dengan cara meletakkannya tepat di atas processor dan sesuikan dudukan pendingin pada motherboard yang ada.
e. Kunci 4 titik pada pendingin tersebut dengan cara tekan dan putar searah dengan jarum jam menggunakan obeng plus (+).

4. Memasang Memory
a. Untuk memasang memory, maka bukalah pengunci slot memory di kedua sisinya pada motherboard.
b. Perhatihkan bahwa setiap keping memori memiliki celah pada sisi bawahnya. Pada praktek kali ini kita menggunakan double data rate random access memory (DDRAM). Ada jenis RAM yang lain, tetapi saat ini susah ditemukan di pasaran dalam keadaan baru yang disebut dengan syncronous dynamic random access memory (SDRAM).
c. Cocokkan celah ini dengan slot memori. Jika saudara memaksakan memasang memory dengan arah yang salah, maka dapat merusakkan memory atau bahkan motherboardnya.
d. Tekan keping memori pada kedua sisinya sehingga terdengar bunyi “klik”, dan penguncinya akan menutup dengan sendirinya.

5. Menyiapkan Casing.
a. Siapkan casing yang akan digunakan.
b. Letakkan di atas meja atau tempat lain yang dianggap aman.
c. Lepas sekrup yang ada pada bagian belakang, kemudian buka panel sampingnya dengan hati-hati, seperti pada gambar berikut ini.
d. Cocokkan posisi motherboard dengan dudukan yang ada pada casing.
e. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah panel belakang. Mungkin ada yang harus dibuka atau bahkan ada yang harus diganti jika motherboard saudara memiliki connector tambahan dan juga dudukan motherboard itu sendiri. Gunakan kaki-kaki yang disediakan untuk menambah dudukan tersebut.
f. Pastikan kaki-kaki tersebut akan mendukung motherboard saudara di bagian yang membutuhkan tekanan kuat, seperti socket processor atau slot memory. Jangan lupa setiap dudukan motherboard yang ada lubang bautnya harus dikasih sekrup/baut, agar kedudukannya kuat (tidak goyah).

6. Memasang Motherboard.
a. Siapkan sekrup-sekrup yang digunakan dan obeng, kemudian pasang motherboard saudara dengan benar pada dudukan yang tersedia.
b. Kuatkan (putar searah dengan jarum jam) semua sekrup yang digunakan untuk motherboard tersebut dengan baik dan benar.

7. Menyiapkan Harddisk
a. Ambil harddisk saudara, dan perhatikan bagian jumpernya. Pada jumper akan terdapat pilihan Master, Slave atau Cable Select. Informasi ini dapat ditemukan pada permukaan harddisk.
b. Pasang jumper pada posisi sesuai dengan yang diinginkan. Jika perlu siapkan pinset untuk mencabut dan memasang jumper pada harddisk.

8. Memasang Harddisk ke Casing.
a. Beberapa casing manggunakan sistem bracket yang dapat dilepas untuk memudahkan dalam pemasangan harddisk dan floppy drive.
b. Pilihlah sekrup yang sesuai, jangan sampai terlalu besar atau terlalu panjang, kemudian pasang sekrup tersebut pada dudukan harddisk dengan baik dan benar.

9. Menghubungkan Harddisk ke Motherboard.
a. Perhatikan bahwa terdapat dua tipe kabel data IDE, yaitu 40-wire dan 34-wire. Kabel 40-wire digunakan untuk harddisk, dan kabel 34-wire digunakan untuk flopy disk drive (FDD).
b. Pemasangan kabel data ini tidak boleh terbalik. Pada salah satu sisi biasanya terdapat kabel dengan warna merah yang menandakan pin nomor 1.
c. Posisi ini juga ditandai di harddisk. Normalnya posisi pin 1 pada harddisk (kabel warna merah) berada tepat di sebelah connector daya (warna merah pula).

10. Memasang Floppy Disk Drive (FDD).
a. Floppy drive, bracketnya sama dengan harddisk, kecuali untuk beberapa model casing yang memisahkan tempat floppy dan harddisk.
b. Kabel datanya juga hanya dapat masuk dengan satu cara saja, baik ke disk drivenya maupun ke motherboardnya.
c. Beberapa tipe casing, kemunkinan perlu untuk membuka panel depannya terlebih dahulu sebelum memasang floppy disk drive.

11. Menyiapkan CD / DVD Drive.
a. Seperti halnya harddisk, CD / DVD drive juga menggunakan jumper untuk posisi Master dan Slave. Atur jumper tesebut pada posisi yang diinginkan.
b. Apabila hanya terdapat sebuah harddisk, maka jumper berada pada posisi Master.
c. Seandainya terdapat 2 buah harddisk pada satu computer dan keduanya diaktifkan, maka 1 harddisk dijadikan Master dan harddisk satunya harus diatur pada posisi Slave.

12. Memasang CD / DVD drive.
a. Untuk memasang CD / DVD drive biasanya kita perlu melepas panel depan casing terlebih dahulu, atau tergantung juga jenis dan model casing yang digunakan.
b. Kemudian kita harus membuka penutup drive yang ada pada panel depan.
c. Bracket untuk CD / DVD drive biasanya tidak bisa dilepas, tetapi casing terbaru biasanya menggunakan sistem rel, juga untuk memudahkan pemasangan.

13. Menghubungkan CD / DVD drive ke Motherboard.
a. Pemasangan kabel data IDE dari CD/DVD ke motherboard sama dengan untuk harddisk.
b. Selain kabel data ada juga kebel audio yang gunanya untuk mendengarkan CD audio dari drive tersebut. Kabel ini biasanya disertakan bersama-sama dengan drive.
c. Pasang connector CD / DVD, dan ujung satunya lagi ke motherboard, pada connector yang bertuliskan CD.
d. Jangan lupa untuk selalu merapikan kabel-kabel tersebut agar tidak saling terkait dan “semrawut”. Atur lintasan dan jalur kabel dengan rapi, jika perlu ikatlah agar lebih rapi dan enak dipandang mata.

14. Menghubungkan Kabel Connector pada Motherboard.
a. Sekarang kita perlu menyambung kabel-kabel dari casing ke motherboard.
b. Kabel ini terdiri dari switch daya, indikator harddisk, indikator daya, tombol reset dan speaker, seperti tampak pada gambar berikut ini.
c. Untuk casing yang menyediakan panel depan, misalnya universal serial bus (USB), maka kabel-kabelnya juga harus dihubungkan ke motherboard agar dapat berfungsi dengan normal.

15. Menghubungkan Kabel Daya.
a. Setelah semua terpasang, maka langkah selanjutnya adalah menghubungkan kabel daya dari catu daya ke motherboard, harddisk, FDD dan CDROM.
b. Untuk motherboard Pentium 4, biasanya paling tidak ada 2 connector daya yang harus dipasang, seperti gambar berikut ini.

14. Memasang kabel daya 2 ke motherboard
Kemudian sambungkan juga kabel-kabel daya ke hardisk, floppy, dan CD/ DVD. Jika casing saudara menggunakan kipas pendingin, maka hubungkan ke catu daya atau ke motherboard, sesuai dengan connector yang dimiliki.

16. Siapkan Komponen-Komponen Bagian Luar.
a. Jika komponen bagian dalam sudah beres, maka sekarang giliran komponen-komponen bagian luar, seperti monitor, keyboard, mouse dan speaker.
b. Untuk komponen-komponen ini, kita tinggal menyambungkan kabel-kabelnya saja pada terminal yang telah ditentukan, misalnya keyboard, mouse, speaker dan lain-lainnya.
c. Jangan lupa untuk kabel-kabel daya, baik untuk bagian casing maupun monitor.

17. Periksa Catu Daya.
a. Personal Computer (PC) sudah jadi, apakah sudah bisa digunakan? BELUM, periksa dulu tegangan masukan pada catu daya, apakah sudah sesuai untuk wilayah Indonesia atau belum?. Untuk Indonesia, tegangan normalnya adalah 220 – 230 Volt. Pindahkan switch ke sumber tegangan yang sesuai.
b. Beberapa power supply dilengkapi dengan pemindahan tegangan (switch) antara 110 atau 220 Volt.


18. PC Saudara Sudah Siap.
a. Sekarang PC saudara sudah benar-benar siap, dan bisa di ON kan power Supplynya. Jangan lupa sebelum mengONkan Power Supply tersebut untuk selalu “berdo’a” terlebih dahulu.
b. Kalau belum mau ON periksa sekali lagi pengkabelan daya (sumber tegangan) yang digunakan untuk mensupply perangkat computer tersebut.