Cara yang paling mudah dan tercepat adalah instalasi melalui CD. Dan biasanya distribusi Linux dirilis dalam bentuk CD. Tetapi beberapa distribusi, seperti SuSE Linux, menyediakan file instalasi melalui DVD-ROM selain CD. Pada bab sebelumnya.
Linux juga dapat diinstal melalui network connection. Metode ini direkomendasikan hanya jika terdapat network connection yang cepat. Sistem harus di-boot dengan floppy disk terlebih dahulu, baru kemudian memilih media instalasi OS yaitu network connection. Path atau lokasi file instalasi juga perlu diketahui. Instalasi Linux melalui network merupakan pilihan yang baik apabila tidak terpasang CD-ROM atau DVD-ROM. Pada kasus ini drive CD-ROM pada sistem lain pada jaringan dapat di-share, dengan menghubungkan sistem yang ada CD-ROMnya pada network, maka file instalasi dapat diakses. Satu kelemahan pada metode ini yaitu kecepatannya sangat lemah. Jika network atau remote connection ‘down’ maka proses instalasi akan mengulang dari awal lagi.Linux dapat diinstal dari file yang berlokasi pada partisi yang berbeda. Walaupun pada partisi tersebut berjalan OS yang berbeda. Atau disebut juga instalasi dari harddisk. Jika OS yang di-download disimpan pada partisi yang berjalan Windows misalnya, maka partisi lainnya dapat mengakses file-file dan menginstal Linux dari partisi tersebut.
- Bahasa
Satu pilihan pertama yang ditampilkan adalah pilihan bahasa apa yang akan digunakan. Gambar1 adalah contoh layar pilihan bahasa yang digunakan selama proses instalasi. Ini mungkin langkah mudah. Tetapi, pemilihan bahasa seharusnya disesuaikan dengan orang yang hendak menggunakan sistem atau orang yang menginstal OS pada komputer. - Syarat Lisensi
Walaupun Linux tidak seketat Microsoft misalnya, syarat lisensi adalah penting dan orang yang melakukan instalasi perlu membaca lisensi ini. walaupun Linux adalah open source tetapi kadangkala ada software yang ‘bundled’ dengan distribusi tersebut. Oleh karena itu, dengan tidak mengikuti syarat perjanjian lisensi maka itu dapat dikatakan sebagai pelanggaran hak cipta. - Tipe Instalasi
Jika syarat lisensi sudah terpenuhi, maka langkah berikutnya adalah memilih tipe instalasi yang akan dilakukan. Tergantung distribusi yang diinstal langkah ini berbeda satu sama lain. Beberapa distribusi mengingatkan user untuk memilih mode recomended atau expert installation pada langkah ini. distribusi lainnya, seperti RedHat, akan memberikan option untuk menentukan tipe instalasi seperti contohnya sebagai workstation, server, atau Custom. Ketika menginstal Linux untuk pertama kalinya, tipe recommended installation mungkin merupakan metode yang paling mudah dilakukan. Dengan memilih metode ini, tidak akan muncul lagi pilihan tentang tipe instalasi yang akan digunakan. Jika pada RedHat 7.2 dipilih tipe workstation, maka yang terinstal adalah feature dasar yang dibutuhkan sebuah workstation seperti sistem X window. Dan tidak akan menginstal feature server seperti FTP, HTTP, atau Telnet. Jika yang dipilih adalah instalasi server, maka feature tersebut akan diinstal, sebaliknya tidak akan menginstal X window. Sedangkan pilihan Custom Installation akan menginstal apa saja yang dipilih user. Contohnya, memilih sistem X Window untuk diinstal sebaik daemon yang diperlukan oleh sebuah server seperti FTP, HTTP, dan Telnet. - Mouse dan Keyboard
Setelah menentukan tipe instalasi yang tepat,sistem melanjutkan pada langkah deteksi harddisk. Kemudian sistem mendeteksi mouse dan keyboard. Linux dapat meng-autodetect mouse dan keyboard dan yang sesuai akan dipilih. Jika tidak autodetect maka sebuah window akan menampilkan pilihan mouse dan keyboard yang dipasang pada komputer. Feature seperti banyaknya button pada mouse maksudnya yaitu apakah mouse mempunyai wheel(roda) atau tidak yang bisa dipilih. Tidak ada pilihan yang dipilih selain memilih US keyboard atau US Keyboard (International). Pilihlah US Keyboard jika keyboard dijual di United States. Dan pilihlah US Keyboard (International) jika tidak.
4. Membuat File Sistem
Pada dasarnya ketika Linux membuat file system, maka yang dilakukan adalh mem-format hard drive. Ini adalah proses dimana ext2,ext3 atau Reiser file system dituliskan pada partisi. Ingatlah bahwa mem-format hard drive berarti menghapus semua data sebelumnya yang ada pada partisi yang di-format. Oleh karena itu, pastikan data sudah tidak diperlukan lagi atau sudah di-backup.
Memformat hard drive tidak selalu diperlukan. Kadangkala file sistem ini sudah dibuat dengan partitioning and formatting tool seperti PartitionMagic. Alasan hard drive tidak perlu di-format atau dipartisi adalah ketika meng-upgrade atau ada OS lain yang juga diinstal. Jika user menginginkan Linux yang fresh, maka lebih baik mem-format hard drive.Option yang ada pada distribusi Linux pada umumnya saat mem-format adalah ‘bad block check’. Pilihan ini adalah pilihan lanjutan yang akan memeriksa setiap sektor pada disk atau partisi dan memastikan dalam keadaan baik sebelum diformat. Proses ini memerlukan waktu yang lebih lama dari format yang biasanya, tetapi bila OS sudah terinstal dapat mempersingkat waktu mengolah data sehingga proses lebih cepat. Jika selama proses pemeriksaan, ditemukan bad block, maka gantilah disk. Itu adalah pertanda bahwa disk mulai rusak.
5. Memilih Paket
Setelah mempartisi dan mem-format hard drive, maka akan ditampilkan daftar package (paket) yang dapat diinstal, seperti pada gambar1. ada banyak paket yang dapat dipilih, tergantung distribusi yang diinstal. Ingatlah bahwa kapasitas disk terbatas. Denagn menginstal semua paket akan memboroskan ruang disk. Contohnya, beberapa paket dari workstation KDE atau GNOME membutuhkan ruang disk 100Mbyte. Beberapa distribusi akan menampilkan berapa ruang yang akan dipakai untuk paket yang akan diinstal. Distribusi yang lain mungkin tidak akan menampilkan fasilitas ini sampai paket-paket sudah dipilih dan instalasi sedang dalam proses menuju langkah berikutnya.
Distribusi seperti Mandrake membolehkan memilih semua paket atau per bagian untuk diinstal. Ini membantu jika hanya diinginkan bagian tertentu dari paket. Jika option ini dipilih, maka dapat mem-browse paket dan memilih secara per bagian kecil. Individual feature dri paket ini mempunyai dependesi, yang berarti bahwa individual program yang lain harus diinstal supaya semua dapat berjalan. Dengan menginstal salah satu paket tanpa menginstal program atau paket yang memiliki dependensi, maka sistem akan mengindikasikan bahwa paket yang lain tersebut harus diinstal.
Setelah paket sudah dipilih, proses instalasi akan melangkah pada tahap berikutnya. Di sini terlihat bahwa instalasi aktual OS membutuhkan ruang yang lebih besar.
6. Linux Multimedia
Sound Sound card baru pada umumnya mempunyai paling sedikit basic support pada Linux. Beberapa disupport langsung oleh kernel, terdapat option alternatif meliputi Advanced Linux Sound Architecture dan Open Sound System.
Sebuah sound card mempunyai kemampuan output 16-bit PCM dan sudah mencukupi kebutuhan audio output yang hebat. Support hardware MIDI jarang pada kebanyakan card, tetapi utility dapat men-simulasikan perangkat MIDI dalam software.
Video Kebanyakan akselerasi hardware membutuhkan usaha yang besar, walaupun card baru yang populer sudah mendukung dengan baik. Nvidia mengeluarkan closed source accelerated driver untuk Xfree86, sedangkan ATI's Radeon line memiliki DRI (Direct Rendering Infrastructure) mendukung kernel Linux.
Utiliy full motion video dapat menampilkan output hardware terakselerasi melalui ekstensi X-video (Xv) yang ada pada XFree86 4.X. X-video menampilkan gambar dengan kualitas scaling dan filtering menggunakan segmentshared memory. Untuk mengetes apakah terdapat hardware dengan output terakselerasi Xv, gunakan perintah xvinfo. Umumnya, ada tiga perbedaan pada file film. Yang pertama, file MPEG-1. tidak ada masalah dalam menjalankan file ini karena tidak ada program kompresi atau decoder yang dibutuhkan. Ini berarti bahwa Anda dapat langsung menjalankan file pada player. Selain file MPEG, juga ada file AVI. File ini di-decode dan dikompresi. Untuk menjalankan file AVI, Anda membutuhkan decoder yang tepat, yang tidak mendukung Linux dengan baik.
Sebuah program yang populer digunakan pada Linux, yang mendukung banyak decoder seperti file.avi atau .mov, adalah Xine. Anda harus men-download dua bagian untuk dapat emnggunakannya. Yang satu adalah file libraries sedangkan lainnya berisi binary. Untuk menginstal Xine, download file libraries terlebih dahulu, kemudian kompilasi dan baru kemudian ui-files (user interface files). Setelah men-download, kemudian mengkompilasi dan menginstal. Lalu bukalah direktori source, yang terbuat dengan sendirinya saat mengekstrak file, dan berikan perintah berikut. Anda membutuhkan compiler C/C++ untuk mengoperasikan perintah berikut.
./configure make install
make clean Lakukan ini pada Xine libraries, kemudian download Xine ui-files dan lakukan prosedur yang sama. Mungkin Anda akan mendapatkan pesan error selama proses mengkonfigurasi Xine user interface. Mungkin ini karena installer tidak dapat menemukan Xine libraries. Jika in terjadi, bukalah /etc/ld.so.conf,dan tambahkan lokasi libraries anda yang baru dan simpan file lalu jalankan ldconfig apaya system mengetahui lokasi baru tersebut. Setelah itu, Anda mungkin tidak akan menemui masalah lagi. Kemudian jalankan ./configure pada Xine ui-files dan kompilasi, lalu start dengan perintah xine. Perintah ini akan memulai sebuah window dan sebuah panel seperti CD player.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar