Informasi berikut penting dalam memilih suatu NIC yang digunakan di Network:
- Tipe network – NICs dirancang untuk Ethernet LANs, Token Ring, Fiber Distributed Data Interface (FDDI), dan yang lainnya. suatu NIC yang dirancang untuk Ethernet LANs tidak akan berfungsi untuk Token Ring networks dan sebaliknya.
- Tipe media – Tipe port atau connector pada suatu NIC yang menyediakan koneksi network adalah bersifat media specific. Tipe-tipe media termasuk twisted-pair, coaxial, fiber-optic, dan wireless.
- Tipe system bus –Protocol Control Information (PCI) slots lebih cepat dari Industry-Standard Architecture (ISA). Disarankan agar menggunakan PCI dengan FDDI cards karena suatu ISA bus tidak akan mampu menangani kecepatan yang diperlukan.
2. Setting IP/Address
Dalam suatu TCP/IP-based LAN, PCs menggunakan Internet Protocol (IP) addresses untuk mengidentifikasi dan melacak saru sama lain. Suatu IP address adalah suatu 32-bit binary number. Binary number ini dibagi menjadi 4 grup dari 8 bit yang dikenal dengan octets, tiap-tiapnya direpresentasikan dengan nomor desimal dalam range 0 sampai 255. Octet dipisahkan oleh poin desimal. Suatu contoh IP address adalah 190.100.5.54. tipe address ini dideskripsikan sebagai representasi desimal dot. Tiap device di network memiliki IP address yang dikenal dengan host atau node.
Secondary dotted decimal number yang dkenal dengan subnet mask, selalu menemani IP address. Suatu subnet mask adalah tool yang digunakan oleh administrator sistem untuk mengsegmentasi network address yang telah ditujukan ke network, tehnik subnetting memungkinkan seluruh network untuk direpresentasikan ke internet dengan menggunakan satu address. Suatu contoh subnet mask adalah 255.255.0.0. subnet mask juga digunakan untuk menentukan apakah suatu host IP address tertentu adalah lokal (pada segmen network yang sama) atau jauh ( pada segmen lain). Ada beberapa pilihan untuk meng-assign(menugasi) IP address untuk host pad LAN:
- Static –Di-assign secara manual oleh administrator network
- Dynamic – Di-assign oleh Dynamic Host Congambaration Protocol (DHCP) server (DHCP servers dibahas pada bagian lain)
- Automatic – Private IP addressing
3. DHCP Server
Cara lain bagi komputer di network untuk meraih suaatu IP address adalah melalui Dynamic Host Congambaration Protocol (DHCP) server. DHCP adalah suatu software utility yang secara otomatis meng-assigns IP addresses ke PCs. Komputer yang menjalankan software ini dikenal dengan suatu DCHP server. DCHP server meng-assign IP addresses dan informasi kongambarasi TCP/IP untuk komputer yang dikongambarasikan sebagai DHCP clients. Proses dinamis ini menghilangkan kebutuhan akan penugasan IP address secara manual. Device yang memerlukan IP address yang statis atau permanen masih harus memiliki IP addressnya di assign secara manual. Gambar menunjukkan contoh tool yang akan dipakai user untuk mengkongambarasi suatu server untuk menjalankan DCHP server ke klien sistem pada network.
Saat DHCP server menerima suatu request dari host, dia memilih informasi IP address dari suatu set adress yang di tentukan sebelumnya dan tersetor di data basenya. Sekali dia telah memilih informasi IP, dia menawarkan value ini kepada device yang merequest pada network. Jika device menerima tawaran tersebut, DHCP server akan kemudian meneruskan informasi IP kepada device untuk suatu periode tertentu.
Informasi IP address yang bisa di assign oleh DHCP server kepada hosts yang memulai network adalah sebagai berikut :
- Suatu IP address
- Suatu subnet mask
- Default gateway
- Optional values termasuk suatu DNS server address dan WINS
Kegunaan sistem ini menyederhanakan administrasi suatu network karena soft ware menjaga track IP address.dengan otomatis mengkongambarasi TCP/IP juga mengurangi kemungkinan pendaftaran duplikat dari IP address atau IP adress yang tidak valit.untuk komputer apapun di network agar bisa memanfaatkan service yang disediakan DHCP sever, dia pertama kali harus mampu mengidentifikasi server pada lokal network. Pilihan untuk meraih suatu IP address secara otomatis dipilih dari TCP/IP Properties dialog box. Gambar menunjukkan contoh dari layar kongambarasi IP address pada windows clien saat dia dikongambarasikan dengan suatu IP address melalui DHCP. Dalam kasus lain suatu sistim operasi bernama Automatic Private IP Addressing (APIPA) memungkinkan suatu komputer untuk meng assign dirinya sendiri suatu alamat jika dia tidak mampu mengkontak suatu DHCP server.
4. Domain Name System
Dalam LAN sekala besar sering kali sulit untuk mengingat IP address dari host. Kebanyakan host diidentifikasi di internet oleh nama komputer yang sudah dikenal yang disebut dengan host names. Domain Name System (DNS) digunakan untuk menterjemahkan nama-nama komputer seperti http://www.cisco.com/ kepada IP address unik yang berkaitan. DNS server menjaga rekaman yang membedakan nama (host) komputer dan IP address mereka yang berkaitan. Tipe-tipe rekaman ini dikombinasikan dalam tabel DNS. Saat suatu host name perlu untuk di terjemahkan ke IP addressnya, klien mengkontak DNS server.
Suatu hirarki dari DNS server ada pada internet dengan server-server berbeda menjaga informasi DNS untuk kewenangan area mereka sendiri, yang disebut denga zona. Jjika DNS server yang dikonsultasikan oleh suatu komputer tidak mempunyai suatu pemetaan IP untuk host name yang dicari,dia akan melewatkan query pada DNS server lain sampai informasi diketemukan. Jika nama tidak dapat di resolve kepada suatu IP address pada level tertinggi DNS server, maka error akan dikembalikan.
DNS bukanlah suatu keperluan absolut untuk berkomunikasi pada internet, tapi tanpanya semua komunikasi harus menggunakan IP address dari pada host name. Akan lebih mudah untuk mengingat "www.cisco.com" dari pada 198.133.219.25. Agar komputer pada LAN bisa mengakses dan menggunakan DNS service, DNS server IP address harus dikongambarasikan dalam Network Settings. DNS server IP address bisa di enter secara manual pada Internet TCP/IP properties dialog box, atau bisa secara otomatis dapat dokongambarasikan oleh fitur tambahan yang digunakan dalam DHCP.
5. Default Gate Way
Suatu komputer terlokasi pada satu segment network yang mencoba bicara pada komputer lain pada segment berbeda melalui suatu router, mengirimkan data melalui suatu default gateway (gerbang asli). Default gateway adalah interface sisi dekat dari router. Ini adalah interface pada router dimana local computer network segment atau kabel berada. Agar tiap-tiap komputer bisa mengenali default gatewaynya, near side router interface IP address yang bersangkutan harus di enter kepada host dari TCP/IP Properties dialog box.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar