Senin, 18 Mei 2009

Dasar-dasar Sistem Operasi (SO)

Sisitem Operasi
1. Kompoenen Sistem Operasi
Sistem operasi adalah program software yang menyediakan tampilan antara user dan komputer dan berhasil menangani ribuan aplikasi. Kebanyakan sistem komputer dijual dengan sistem operasi terinstal didalamnya. Komputer yang didisain untuk user (pemakai) individual dinamakan Personal Computer (PC). Sistem operasi PC didisain untuk mengontrol jalannya program seperti Web Browser, Word Processor, dan program e-mail.
Terdapat tiga elemen dasar yang merupakan komponen penyusun sistem operasi yang cukup penting, yaitu :
  • User Interface – user berinteraksi dengan sistem operasi melalui user interface (antarmuka). User interface adalah bagian dari sistem operasi yang dapat digunakan untuk menjalankan perintah baik dengan mengetikkan perintah pada command prompt atau menunjuk dan meng-klik mouse pada Graphical User Interface (GUI).
  • Kernel – Ini adalah inti dari sistem operasi. Inti bertanggung jawab untuk loading dan mengoperasikan program atau memroses dan memanajemen masukan dan keluaran.
  • Sistem Manajemen File – Sistem Manajemen File adalah yang digunakan oleh sistem operasi untuk mengorganisir dan memanajemen file. File serupa dengan koleksi data. Secara virtual, semua informasi yang masuk ke dalam komputer disimpan dalam bentuk file. Ada banyak sekali bentuk file, termasuk file program, file data, dan file teks. Sistem operasi yang mengorganisir informasi ke dalam file dinamakan sistem file. Kebanyakan sistem operasi menggunakan sistem file hierarki, dimana akan mengorganisir file ke dalam direktori dibawah struktur pohon. Awal mula sistem direktori dinamakan direktori akar (root direktori).

2. Fungsi Sistem Operasi

  • Manajemen File dan Folder – Sebuah sistem operasi membuat struktur file di dalam hard drive komputer dimana data akan mudah disimpan dan diambil bila diperlukan. Ketika sebuah file disimpan, sistem operasi akan menyimpannya, memberi sebuah nama pada file tersebut, dan mengingat dimana meletakkan file tersebut sehingga mudah untuk diambil di masa mendatang.
  • Manajemen Aplikasi – Ketika user meminta sebuah program, sistem operasi akan mencari letak aplikasi yang dibutuhkan dan me-load-nya ke dalam memori utama atau komputer RAM. Semakin banyak program yang di-load, sistem operasi harus pula mengalokasikan tempat yang tersedia di dalam komputer.
  • Mendukung untuk program built-in – Sistem operasi menggunakan program utiliti untuk pemeliharaan dan perbaikan. Program utiliti akan membantu dalam mengidentifikasi masalah, menemukan file yang hilang, memperbaiki file yang rusak, dan mem-back up data. Gambar 1 menunjukkan hasil kemajuan Disk Defragmenter, yang dapat ditemukan dengan membuka Programs > Accessories > System Tools.
  • Kontrol terhadap hardware komputer – Sistem operasi berada diantara program dan Basic Input Output System (BIOS). BIOS mengontrol hardware. Semua program yang membutuhkan hardware akan melalui sistem operasi terlebih dahulu. Sistem operasinya dapat mengakses hardware melalui BIOS atau melalui driver peranti seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 2. Windows 2000 NOS memotong semua sistem BIOS dan mengendalikan hardware secara langsung.

3. Tipe Sistem Operasi

  • Multiuser – Dua atau lebih user dapat bekerja dengan program dan saling berbagi peralatan yang diperlukan seperti printer dalam waktu yang sama.
  • Multitasking – Computer mampu mengoperasikan aplikasi lebih dari satu pada saat yang sama.
  • Multiprocessing – Computer dapat menggunakah dua atau lebih unit prosessing (CPU) yang berbagi program.
  • Multithreading – Program dapat dipatahkan menjadi bentuk yang lebih kecil dan kemudian dapat di-load sebanyak yang diperlukan ke dalam sebuah sistem operasi. Multithreading juga dapat membuat program individual menjadi multitask.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar