Rabu, 20 Mei 2009

Sekilas Info Ttg Router

Router

Komponen-komponen internal yang ada pada router:
RAM disebut juga dynamic RAM (DRAM), mempunyai karakteristik dan fungsi
dibawah ini:
· Menjaga ARP cache
· Menjaga fast-switching cache
· Melakukan penjagaan paket (membagi RAM)
· Memeliharan antrian paket

Karakteristik dan fungsi dari NVRAM:
· Menyediakan penyimpanan untuk startup configuration file
· Mempertahankan isi file konfigurasi ketika router dimatikan atau restart

Karakteristik dan fungsi dari Flash memory:
· Memberikan software untuk diperbaharui tanpa menghapus dan
mengganti chip processor
· Adalah jenis yang secara elektronik dapat dihapus (EEPROM)
Karakteristik dan fungsi dari Read-only memory (ROM):
· Menyimpan program bootstrap dan dasar software system operasi
· Membutuhkan penggantian chip pada motherboard untuk meningkatkan
mutu software

Karakteristik dan fungsi Interfaces:
· Menghubungkan router ke jaringan untuk frame yang masuk dan yang
keluar
· Interface dapat ditambah dan memisahkan module
Ada 3 jenis koneksi external pada router yaitu:
  • Interface LAN - Interface LAN memberikan router untuk terhubung ke
    media LAN
  • Interface WAN - Hubungan WAN memberikan koneksi melalui service
    provider ke tempat yang jauh atau ke internet. Ini mungkin koneksi serial
    atau berbagai interface WAN yang lain.
  • Management Port - Port management memberikan koneksi text-based
    untuk konfigurasi dan troubleshooting router.

Pengenalan Routing :

Routing adalah proses penetuan arah yang terjadi pada router yang digunakan
untuk meneruskan paket data ke jaringan tujuan.
Ada 3 jenis routing yang dikenal, yaitu:

  1. Static route – suatu metode routing yang dikonfigurasi secara manual oleh
    seorang administrator jaringan pada router.
  2. Default route - Default route digunakan untuk arah paket dengan tujuan
    yang tidak ditujukan untuk tujuan manapun pada tabel routing.
  3. Dynamic route – suatu medote routing yang melakukan penyesuaian
    secara otomatis untuk informasi perubahan topologi dan traffic.

Mengkonfigurasi Static Route
Ikuti langkah-langkah yangdigunakan untuk mengkonfigurasi static routes:

  1. Menentukan semua jaringan tujuan, termasuk subnet masks-nya serta
    gateway-nya.
  2. Masuk ke mode global configuration.
  3. Ketikkan perintah ip route dengan alamat tujuan dan subnet mask yang
    diikuti dengan gateway.
    Contoh:
    waycross(config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0
    172.16.4.1 130
  4. Ulangi langkah ke tiga untuk tujuan jaringan yang berbeda.
  5. Keluar dari mode global configuration.
  6. Simpan konfigurasi tersebut ke NVRAM dengan perintah copy runningconfig
    startup-config.

Mengkonfigurasi Defaul t Route
Ikuti langkah-langkah yangdigunakan untuk mengkonfigurasi static routes:

  1. Masuk ke mode global configuration.
  2. Ketikkan perintah ip route dengan 0.0.0.0 untuk alamat jaringan tujuan
    dan 0.0.0.0 untuk subnet mask. Gateway untuk default route dapat dipilih
    interface manapun yang terhubung dari jaringan local ke luar jaringan atau
    alamt IP router selanjutnya atau tetangganya. Konfigurasi default route
    adalah ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 [next-hop-address outgoing interface]
  3. Keluar dari mode global configuration.
  4. Disimpan konfigurasi aktif ke NVRAM dengan menggunakan perintah
    copy running-config startup-config.

Senin, 18 Mei 2009

Networking Media n Device

Tipe-Tipe Media Jaringan
Networking media bisa didefinisikan sebagai alat dimana sinyal atau data dikirimkan dari satu komputer ke komputer lainnya. Sinyal bisa ditransmisikan melalui kabel ataupun nirkabel/wireless. Ada bermacam networking media di pasaran. diantaranya:
1. Kabel Twisted-pair
Twisted-pair adalah tipe cabling/pengkabelan yang dipakai komunikasi telepon dan sebagian besar jaringan Ethernet. Gambars dab menunjukkan dua contoh kabel twisted pair. Sepasang kawat membentuk sirkuit yang bisa mentransmit data. Pasangannya dilingkarkan untuk mengindari cross talk. Sepasang kawat tembaga yang ada dalam insulasi plastik berkode warna dilingkarkan bersama. Kemudian pasangan yang terlingkan ini dilindungi baik dari dalam maupun dari luar jaket.
Ada dua tipe dasar:
  • Shielded (terlindungi) twisted-pair (STP) Kabel shielded twisted-pair (STP) menggabungkan tehnik pembatalan (cancellation) dan twisting (pelingkar) dari kawat dengan perisai/perlindungan. Tiap pasang kawat dibungkus dalam foil metalik untuk melindungi kawat dari suara gaduh. 4 pasang kawat kemudian dibungkus dalam foil metalik keseluruhan. STP memproduksi kegaduhan elektronik, baik dalam kabel, crosstalk, dan luar kabel, yaitu EMI dan RFI. Meski STP lebih melindungi interferensi dari pada UTP, dia lebih mahal dan sulit di pasang. Metalik shielding juga harus di ground pada kedua akhir. Jika tidak, shield bertindak seperti antena yang mengambil sinyal yang tidak diinginkan. STP biasa dipakai di Eropa.
  • Unshielded (tak terlindungi) twisted-pair (UTP) Kabel unshielded twisted-pair (UTP) digunakan dalam bermacam network. Dia memiliki 4 pasang kawat. Tipe kabel ini bergantung pada pembatalan efek yang dihasilkan pasangan twisted wire untuk membatasi sinyal degradasi yang disebabkan oleh electromagnetic interference (EMI) dan radio frequency interference (RFI). UTP adalah cabling paling umum dipakai dalam network Ethernet.

Kebanyakan network saat ini dibangun dengan kabel UTP. Connector pada akhir kabel dikenal dengan RJ-45 connector. Setelah mengatur kawat pada urutan kode warna yang benar, hilangkanlah dengan suatu RJ-45 connector. Suatu tool dipakai untuk men-terminate kabel UTP dalam suatu RJ-45 connector.

3. Kabel Fiber-optic

Kabel fiber optik adalah networking menengah yang mampu mengkonduksi transmisi cahaya yang termodulasi. Memodulasi cahaya artinya memanipulasinya sehingga bisa dia berjalan mentransmit data. Fiber optik mengacu pada pengkabelan yang memiliki suatu inti hamparan gelas atau plastik kecuali tembaga), yang dilaluui pulsa cahaya membawa sinyal

4. Wireless

Suatu wireless network adalah metode alternatif untuk menghubangkan LAN. Network ini menggunakan gelombang elektromagnetik seperti radio frequency (RF), laser, infrared (IR), dan satellite/microwave untuk membawa sinyal dari satu komputer ke komputer lain tanpa koneksi kabel permanen. Hal ini sangat menarik untuk membangun suatu network.
Aplikasi umum komunikasi data wireless adalah untuk penggunaan yang mobile/bergerak. Beberapa contohnya adalah komuter, pesawat, satelit, dan stasiun luar angkasa.
Pada intinya komunikasi wireless adalah device yang disebut transmitter (pengirim) dan receiver (penerima). Source/sumber berinteraksi dengan transmiter yang mengkonversi data ke dalam gelombang elektromagnetik yang lalu diterima receiver. Receiver lalu mengkonversi data ke dalam gelombang elektromagnetik kembali menjadi data ke tujuan. Untuk komunikasi dua arah, tiap device memerlukan transmiter dan receiver. Banyak produsen yang membangun transmiter dan receiver dalam satu unit yang disebut transreceiver atau wireless network card. Semua device dalam LAN (WLAN) harus memiliki wireless network card yang tepasang dengan baik.
Dua tehnologi wireless yang biasa dipakai untuk networking adalah IR dan RF. Tehnologi IR mempunyai kelemahan. Workstation dan device digital harus sejalan dari penglihatan transmiter agar bisa beroperasi. Suatu network berbasis infrared menyesuaikan lingkungan dimana semua device digital yang memerlukan konektivitas network berada dalam satu ruangan. Tehnologi IR networking dapat dipasang dengan cepat, tapi sinyal data bisa dilemahkan atau diganggu oleh orang-orang yang berjalan dengan cepat di ruangan tersebut atau juga kelembaban di udara. Karena itulah tehnologi ini sedang dikembangkan lebih lanjut.Tehnologi RF memungkinkan device untuk berbeda ruangan bahkan gedung. Range terbatas dari sinyal radio akan masih membatasi penggunaan network jenis ini. Tehnologi RF bisa dalam frekuensi single atau multiple. Suatu frekuensi radio single/tunggal adalah subyek dari interferensi luar dan gangguan geografis. Orang lain juga bisa dengan mudah memonitor frekuensi tunggal yang mengakibatkan transmisi data tidak aman. Spektrum tersebar menghindarkan problem transmisi data yang tidak aman dengan menggunakan frekuensi multiple/banyak untuk meningkatkan kekebalan atas kegaduhan dan menyulitkan orang luar untuk meng-intercept transmisi data.

Device-Device

1. Hub dan repeater

Suatu repeater menerima sinyal, meregenerasinya, dan melewatkannya. Repeater digunakan umumnya pada ujung network untuk menambah kawat/wire sehingga lebih banyak workstation bisa ditambahkan. Hub adalah repeater multi-port. Penggunaan hub merubah topologi network dari linear bus, dimana tiap device menancap langsung pada kawat, menjadi suatu star. Dengan hub, data datang melalui kabel ke hub port diulang secara elektrik pada port lain yang terhubung pada Ethernet LAN yang sama, kecuali untuk port dimana data diterma. Poin-poin penting yang harus diingat tentang hub adalah:

  • Semua device yang di attach pada hub mendengar semua traffic. Hub menjaga domain collission tunggal. Collission adalah situasi dimana dua stasiun akhir mengirim data melalui network pada saat yang bersamaan.
  • Terkadang hub disebut juga konsentratror, dikarenakan mereka berperan sebagai poin koneksi sentral untuk Ethernet LAN.
  • Hub beroperasi pada layer fisik dari OSI model.

2. Bridge dan switch

Bridge berfungsi membuat keputusan pintar tentang iya tidaknya untuk melewatkan sinyal pada segmen selanjutnya di network, Bila ditempatkan dengan strategis, bridge bisa meningkatkan penampilan network. Suatu switch terkadang dideskripsikan sebagai multi-port bridge. Bila bridge biasa hanya memiliki dua port, yang menghubungkan dua link segmen network, switch bisa memiliki banyak port bergantung berapa banyak segmen network yang harus di hubungkan.

Seperti bridge, switch mempelajari informasi tertentu mengenai paket data yang mereka terima dari berbagai komputer pada network. Mereka menggunakan informasi ini untuk membangun tabel yang ada untuk menentukan tujuan dari data yang sedang dikirim oleh satu komputer ke komputer lain di network.
Meski ada keserupaan diantara keduanya, switch lebih canggih daripada bridge. Switch memiliki banyak port dengan banyak segmen network yang terhubung dengan mereka. Switch memilih port kepada apa yang tersambung dengan device atau workstation tujuan. Ethernet switch menjadi solusi konektivitas populer karena bisa meningkatkan penampilan network, atau kecepatan dan bandwidth. Switch membantu mengsegmentasi network dan membantu mengurangi kepadatan traffic dengan membatasi tiap port pada domain kolisinya. Kolisi (collision) pada network muncul saat paket dikirimkan melalui network. Ini biasa terjadi saat ada lebih dari satu device yang mencoba mengirim paket pada waktu yang bersamaan. Kolisi ini berdampak pada pesan yang korup dan bandwidth yang digunakan. Penting untuk network mengimplementasikan device untuk mengurangi kolisi ini. Ini dianggap domain karena hanya device yang ada di domain yang mentransmisi paket yang bisa mengakibatkan kolisi. Mereka tidak turut campur dengan dengan device lain yang mentransmit pada segmen lain pada network. Switch yang mampu membuat tiap port domain kolisinya sendiri bisa melindungi resource pada network dengan membatasi device yang hanya terhubung ke port itu kepada domain kolisinya sendiri. Ini akan mengurangi interferensi untuk device itu seperti interferensi dari device lain yang mentransmisi paket dalam segmen lain pada network. Meski switch bisa mengsegmentasi network menjadi multiple collision domain, dia tidak bisa mengsegmentasi network kepada broadcast domain terpisah. Broadcast domain muncul saat suatu network tersegmentasi ke dalam banyak bagian, dan tidak ada broadcast traffic yang dijinkan untuk melintasi segmen.

3. Router
Router harus membuat keputusan pintar pada bagaimana mengirim data dari satu segmen ke segmen lainnya. Misalnya, dari suatu komputer pada network segmen 1, kepada komputer segmen 3. Router adalah device internetworking tercanggih dan beroperasi pada network layer dari OSI model. Mereka lebih lambat dari bridge dan switch tapi membuat keputusan “pintar” pada bagaimana me rute paket yang diterima dari satu port ke network lain pada port lain. Router, seperti swtch, mampu mengsegmentasi network. Router mampu mengsegmentasi network ke multiplr collision domain seperti juga multiple bradcast domain. Suatu broadcast domain adalah area logikal dalam network komputer dimana komputer yang terhubung ke network komputer bisa dengan langsung mentransmit kepada yang lainnya di domain tanpa melalui routing device. Ini adalah suatu area dari network komputer yang dibuat dari semua komputer dan device networking yang mampu diraih dengan mengirimkan suatu frame ke data link layer. Tiap port dimana segmen network tergabung dideskripsikan sebagai router interface. Router bisa jadi komputer dengan software network khusus yang terinstall padanya atau mereka bisa jadi devic lain yang dibangun oleh produsen peralatan network . Router terdiri dari tabel dari network address bersama tujuan optimal me-rute pada network lain. Gambar menunjukkan Cisco router.

Komponen Jaringan

Komponen-komponen Fisik dari suatu Network
1. NIC
Suatu network interface card (NIC) adalah suatu device yang menancap pada motherboard dan menyediakan port-port untuk network media connection. Ini adalah komponen pada komputer yang ber-interface dengan the local-area network (LAN). Saat NIC diinstall di komputer, IRQ, I/O address, dan memory space untuk operating system drivers akan di set otomatis agar bisa berfungsi. Tapi ini harus dilakukan dengan manual jika menggunakan NIC yang lama.
Informasi berikut penting dalam memilih suatu NIC yang digunakan di Network:
  • Tipe network – NICs dirancang untuk Ethernet LANs, Token Ring, Fiber Distributed Data Interface (FDDI), dan yang lainnya. suatu NIC yang dirancang untuk Ethernet LANs tidak akan berfungsi untuk Token Ring networks dan sebaliknya.
  • Tipe media – Tipe port atau connector pada suatu NIC yang menyediakan koneksi network adalah bersifat media specific. Tipe-tipe media termasuk twisted-pair, coaxial, fiber-optic, dan wireless.
  • Tipe system bus –Protocol Control Information (PCI) slots lebih cepat dari Industry-Standard Architecture (ISA). Disarankan agar menggunakan PCI dengan FDDI cards karena suatu ISA bus tidak akan mampu menangani kecepatan yang diperlukan.

2. Setting IP/Address

Dalam suatu TCP/IP-based LAN, PCs menggunakan Internet Protocol (IP) addresses untuk mengidentifikasi dan melacak saru sama lain. Suatu IP address adalah suatu 32-bit binary number. Binary number ini dibagi menjadi 4 grup dari 8 bit yang dikenal dengan octets, tiap-tiapnya direpresentasikan dengan nomor desimal dalam range 0 sampai 255. Octet dipisahkan oleh poin desimal. Suatu contoh IP address adalah 190.100.5.54. tipe address ini dideskripsikan sebagai representasi desimal dot. Tiap device di network memiliki IP address yang dikenal dengan host atau node.
Secondary dotted decimal number yang dkenal dengan subnet mask, selalu menemani IP address. Suatu subnet mask adalah tool yang digunakan oleh administrator sistem untuk mengsegmentasi network address yang telah ditujukan ke network, tehnik subnetting memungkinkan seluruh network untuk direpresentasikan ke internet dengan menggunakan satu address. Suatu contoh subnet mask adalah 255.255.0.0. subnet mask juga digunakan untuk menentukan apakah suatu host IP address tertentu adalah lokal (pada segmen network yang sama) atau jauh ( pada segmen lain). Ada beberapa pilihan untuk meng-assign(menugasi) IP address untuk host pad LAN:

  • Static –Di-assign secara manual oleh administrator network
  • Dynamic – Di-assign oleh Dynamic Host Congambaration Protocol (DHCP) server (DHCP servers dibahas pada bagian lain)
  • Automatic – Private IP addressing

3. DHCP Server

Cara lain bagi komputer di network untuk meraih suaatu IP address adalah melalui Dynamic Host Congambaration Protocol (DHCP) server. DHCP adalah suatu software utility yang secara otomatis meng-assigns IP addresses ke PCs. Komputer yang menjalankan software ini dikenal dengan suatu DCHP server. DCHP server meng-assign IP addresses dan informasi kongambarasi TCP/IP untuk komputer yang dikongambarasikan sebagai DHCP clients. Proses dinamis ini menghilangkan kebutuhan akan penugasan IP address secara manual. Device yang memerlukan IP address yang statis atau permanen masih harus memiliki IP addressnya di assign secara manual. Gambar menunjukkan contoh tool yang akan dipakai user untuk mengkongambarasi suatu server untuk menjalankan DCHP server ke klien sistem pada network.
Saat DHCP server menerima suatu request dari host, dia memilih informasi IP address dari suatu set adress yang di tentukan sebelumnya dan tersetor di data basenya. Sekali dia telah memilih informasi IP, dia menawarkan value ini kepada device yang merequest pada network. Jika device menerima tawaran tersebut, DHCP server akan kemudian meneruskan informasi IP kepada device untuk suatu periode tertentu.
Informasi IP address yang bisa di assign oleh DHCP server kepada hosts yang memulai network adalah sebagai berikut :

  • Suatu IP address
  • Suatu subnet mask
  • Default gateway
  • Optional values termasuk suatu DNS server address dan WINS

Kegunaan sistem ini menyederhanakan administrasi suatu network karena soft ware menjaga track IP address.dengan otomatis mengkongambarasi TCP/IP juga mengurangi kemungkinan pendaftaran duplikat dari IP address atau IP adress yang tidak valit.untuk komputer apapun di network agar bisa memanfaatkan service yang disediakan DHCP sever, dia pertama kali harus mampu mengidentifikasi server pada lokal network. Pilihan untuk meraih suatu IP address secara otomatis dipilih dari TCP/IP Properties dialog box. Gambar menunjukkan contoh dari layar kongambarasi IP address pada windows clien saat dia dikongambarasikan dengan suatu IP address melalui DHCP. Dalam kasus lain suatu sistim operasi bernama Automatic Private IP Addressing (APIPA) memungkinkan suatu komputer untuk meng assign dirinya sendiri suatu alamat jika dia tidak mampu mengkontak suatu DHCP server.

4. Domain Name System

Dalam LAN sekala besar sering kali sulit untuk mengingat IP address dari host. Kebanyakan host diidentifikasi di internet oleh nama komputer yang sudah dikenal yang disebut dengan host names. Domain Name System (DNS) digunakan untuk menterjemahkan nama-nama komputer seperti http://www.cisco.com/ kepada IP address unik yang berkaitan. DNS server menjaga rekaman yang membedakan nama (host) komputer dan IP address mereka yang berkaitan. Tipe-tipe rekaman ini dikombinasikan dalam tabel DNS. Saat suatu host name perlu untuk di terjemahkan ke IP addressnya, klien mengkontak DNS server.

Suatu hirarki dari DNS server ada pada internet dengan server-server berbeda menjaga informasi DNS untuk kewenangan area mereka sendiri, yang disebut denga zona. Jjika DNS server yang dikonsultasikan oleh suatu komputer tidak mempunyai suatu pemetaan IP untuk host name yang dicari,dia akan melewatkan query pada DNS server lain sampai informasi diketemukan. Jika nama tidak dapat di resolve kepada suatu IP address pada level tertinggi DNS server, maka error akan dikembalikan.
DNS bukanlah suatu keperluan absolut untuk berkomunikasi pada internet, tapi tanpanya semua komunikasi harus menggunakan IP address dari pada host name. Akan lebih mudah untuk mengingat "www.cisco.com" dari pada 198.133.219.25. Agar komputer pada LAN bisa mengakses dan menggunakan DNS service, DNS server IP address harus dikongambarasikan dalam Network Settings. DNS server IP address bisa di enter secara manual pada Internet TCP/IP properties dialog box, atau bisa secara otomatis dapat dokongambarasikan oleh fitur tambahan yang digunakan dalam DHCP.

5. Default Gate Way

Suatu komputer terlokasi pada satu segment network yang mencoba bicara pada komputer lain pada segment berbeda melalui suatu router, mengirimkan data melalui suatu default gateway (gerbang asli). Default gateway adalah interface sisi dekat dari router. Ini adalah interface pada router dimana local computer network segment atau kabel berada. Agar tiap-tiap komputer bisa mengenali default gatewaynya, near side router interface IP address yang bersangkutan harus di enter kepada host dari TCP/IP Properties dialog box.

Install Linux? Gimana sih??

Prosedur Instalasi Linux
1. Metode Booting
Instalasi Linux dengan cara ini akan membutuhkan sistem booting lebih dahulu dengan menggunakan bootable floppy disk atau bootable CD-ROM. Disk ini biasanya sudah menjadi satu dengan distribusi Linux yang akan diinstal. Metode ini berguna untuk menginstal distribusi Linux pada bagian tertentu. Metode ini juga membutuhkan konfigurasi yang tepat yang harus dilakukan terkebih dahulu pada sistem BIOS. Pada BIOS terdapat seting yang dapat dipilih melalui media yang mana booting dilakukan. Pilihannya antara lain, floppy disk, hard drive, CD-ROM, network drive, atau removable drive kapasitas besar seperti Jaz atau Zip drive
2. Media Instalasi
Langkah pertama pada proses instalasi Linux adalah menentukan media instalasi. Beberapa pilihannya antara lain melalui CD, network server, floppy disk, atau dari harddisk yang sudah di-copy-kan file sistem dari CD. Pada pelatihan ini kita menggunakan media CD.
Cara yang paling mudah dan tercepat adalah instalasi melalui CD. Dan biasanya distribusi Linux dirilis dalam bentuk CD. Tetapi beberapa distribusi, seperti SuSE Linux, menyediakan file instalasi melalui DVD-ROM selain CD. Pada bab sebelumnya.
Linux juga dapat diinstal melalui network connection. Metode ini direkomendasikan hanya jika terdapat network connection yang cepat. Sistem harus di-boot dengan floppy disk terlebih dahulu, baru kemudian memilih media instalasi OS yaitu network connection. Path atau lokasi file instalasi juga perlu diketahui. Instalasi Linux melalui network merupakan pilihan yang baik apabila tidak terpasang CD-ROM atau DVD-ROM. Pada kasus ini drive CD-ROM pada sistem lain pada jaringan dapat di-share, dengan menghubungkan sistem yang ada CD-ROMnya pada network, maka file instalasi dapat diakses. Satu kelemahan pada metode ini yaitu kecepatannya sangat lemah. Jika network atau remote connection ‘down’ maka proses instalasi akan mengulang dari awal lagi.Linux dapat diinstal dari file yang berlokasi pada partisi yang berbeda. Walaupun pada partisi tersebut berjalan OS yang berbeda. Atau disebut juga instalasi dari harddisk. Jika OS yang di-download disimpan pada partisi yang berjalan Windows misalnya, maka partisi lainnya dapat mengakses file-file dan menginstal Linux dari partisi tersebut.
3. Menentukan Parameter
  • Bahasa
    Satu pilihan pertama yang ditampilkan adalah pilihan bahasa apa yang akan digunakan. Gambar1 adalah contoh layar pilihan bahasa yang digunakan selama proses instalasi. Ini mungkin langkah mudah. Tetapi, pemilihan bahasa seharusnya disesuaikan dengan orang yang hendak menggunakan sistem atau orang yang menginstal OS pada komputer.
  • Syarat Lisensi
    Walaupun Linux tidak seketat Microsoft misalnya, syarat lisensi adalah penting dan orang yang melakukan instalasi perlu membaca lisensi ini. walaupun Linux adalah open source tetapi kadangkala ada software yang ‘bundled’ dengan distribusi tersebut. Oleh karena itu, dengan tidak mengikuti syarat perjanjian lisensi maka itu dapat dikatakan sebagai pelanggaran hak cipta.
  • Tipe Instalasi
    Jika syarat lisensi sudah terpenuhi, maka langkah berikutnya adalah memilih tipe instalasi yang akan dilakukan. Tergantung distribusi yang diinstal langkah ini berbeda satu sama lain. Beberapa distribusi mengingatkan user untuk memilih mode recomended atau expert installation pada langkah ini. distribusi lainnya, seperti RedHat, akan memberikan option untuk menentukan tipe instalasi seperti contohnya sebagai workstation, server, atau Custom. Ketika menginstal Linux untuk pertama kalinya, tipe recommended installation mungkin merupakan metode yang paling mudah dilakukan. Dengan memilih metode ini, tidak akan muncul lagi pilihan tentang tipe instalasi yang akan digunakan. Jika pada RedHat 7.2 dipilih tipe workstation, maka yang terinstal adalah feature dasar yang dibutuhkan sebuah workstation seperti sistem X window. Dan tidak akan menginstal feature server seperti FTP, HTTP, atau Telnet. Jika yang dipilih adalah instalasi server, maka feature tersebut akan diinstal, sebaliknya tidak akan menginstal X window. Sedangkan pilihan Custom Installation akan menginstal apa saja yang dipilih user. Contohnya, memilih sistem X Window untuk diinstal sebaik daemon yang diperlukan oleh sebuah server seperti FTP, HTTP, dan Telnet.
  • Mouse dan Keyboard
    Setelah menentukan tipe instalasi yang tepat,sistem melanjutkan pada langkah deteksi harddisk. Kemudian sistem mendeteksi mouse dan keyboard. Linux dapat meng-autodetect mouse dan keyboard dan yang sesuai akan dipilih. Jika tidak autodetect maka sebuah window akan menampilkan pilihan mouse dan keyboard yang dipasang pada komputer. Feature seperti banyaknya button pada mouse maksudnya yaitu apakah mouse mempunyai wheel(roda) atau tidak yang bisa dipilih. Tidak ada pilihan yang dipilih selain memilih US keyboard atau US Keyboard (International). Pilihlah US Keyboard jika keyboard dijual di United States. Dan pilihlah US Keyboard (International) jika tidak.

4. Membuat File Sistem

Pada dasarnya ketika Linux membuat file system, maka yang dilakukan adalh mem-format hard drive. Ini adalah proses dimana ext2,ext3 atau Reiser file system dituliskan pada partisi. Ingatlah bahwa mem-format hard drive berarti menghapus semua data sebelumnya yang ada pada partisi yang di-format. Oleh karena itu, pastikan data sudah tidak diperlukan lagi atau sudah di-backup.
Memformat hard drive tidak selalu diperlukan. Kadangkala file sistem ini sudah dibuat dengan partitioning and formatting tool seperti PartitionMagic. Alasan hard drive tidak perlu di-format atau dipartisi adalah ketika meng-upgrade atau ada OS lain yang juga diinstal. Jika user menginginkan Linux yang fresh, maka lebih baik mem-format hard drive.Option yang ada pada distribusi Linux pada umumnya saat mem-format adalah ‘bad block check’. Pilihan ini adalah pilihan lanjutan yang akan memeriksa setiap sektor pada disk atau partisi dan memastikan dalam keadaan baik sebelum diformat. Proses ini memerlukan waktu yang lebih lama dari format yang biasanya, tetapi bila OS sudah terinstal dapat mempersingkat waktu mengolah data sehingga proses lebih cepat. Jika selama proses pemeriksaan, ditemukan bad block, maka gantilah disk. Itu adalah pertanda bahwa disk mulai rusak.

5. Memilih Paket

Setelah mempartisi dan mem-format hard drive, maka akan ditampilkan daftar package (paket) yang dapat diinstal, seperti pada gambar1. ada banyak paket yang dapat dipilih, tergantung distribusi yang diinstal. Ingatlah bahwa kapasitas disk terbatas. Denagn menginstal semua paket akan memboroskan ruang disk. Contohnya, beberapa paket dari workstation KDE atau GNOME membutuhkan ruang disk 100Mbyte. Beberapa distribusi akan menampilkan berapa ruang yang akan dipakai untuk paket yang akan diinstal. Distribusi yang lain mungkin tidak akan menampilkan fasilitas ini sampai paket-paket sudah dipilih dan instalasi sedang dalam proses menuju langkah berikutnya.
Distribusi seperti Mandrake membolehkan memilih semua paket atau per bagian untuk diinstal. Ini membantu jika hanya diinginkan bagian tertentu dari paket. Jika option ini dipilih, maka dapat mem-browse paket dan memilih secara per bagian kecil. Individual feature dri paket ini mempunyai dependesi, yang berarti bahwa individual program yang lain harus diinstal supaya semua dapat berjalan. Dengan menginstal salah satu paket tanpa menginstal program atau paket yang memiliki dependensi, maka sistem akan mengindikasikan bahwa paket yang lain tersebut harus diinstal.
Setelah paket sudah dipilih, proses instalasi akan melangkah pada tahap berikutnya. Di sini terlihat bahwa instalasi aktual OS membutuhkan ruang yang lebih besar.

6. Linux Multimedia

Sound Sound card baru pada umumnya mempunyai paling sedikit basic support pada Linux. Beberapa disupport langsung oleh kernel, terdapat option alternatif meliputi Advanced Linux Sound Architecture dan Open Sound System.
Sebuah sound card mempunyai kemampuan output 16-bit PCM dan sudah mencukupi kebutuhan audio output yang hebat. Support hardware MIDI jarang pada kebanyakan card, tetapi utility dapat men-simulasikan perangkat MIDI dalam software.
Video Kebanyakan akselerasi hardware membutuhkan usaha yang besar, walaupun card baru yang populer sudah mendukung dengan baik. Nvidia mengeluarkan closed source accelerated driver untuk Xfree86, sedangkan ATI's Radeon line memiliki DRI (Direct Rendering Infrastructure) mendukung kernel Linux.
Utiliy full motion video dapat menampilkan output hardware terakselerasi melalui ekstensi X-video (Xv) yang ada pada XFree86 4.X. X-video menampilkan gambar dengan kualitas scaling dan filtering menggunakan segmentshared memory. Untuk mengetes apakah terdapat hardware dengan output terakselerasi Xv, gunakan perintah xvinfo. Umumnya, ada tiga perbedaan pada file film. Yang pertama, file MPEG-1. tidak ada masalah dalam menjalankan file ini karena tidak ada program kompresi atau decoder yang dibutuhkan. Ini berarti bahwa Anda dapat langsung menjalankan file pada player. Selain file MPEG, juga ada file AVI. File ini di-decode dan dikompresi. Untuk menjalankan file AVI, Anda membutuhkan decoder yang tepat, yang tidak mendukung Linux dengan baik.
Sebuah program yang populer digunakan pada Linux, yang mendukung banyak decoder seperti file.avi atau .mov, adalah Xine. Anda harus men-download dua bagian untuk dapat emnggunakannya. Yang satu adalah file libraries sedangkan lainnya berisi binary. Untuk menginstal Xine, download file libraries terlebih dahulu, kemudian kompilasi dan baru kemudian ui-files (user interface files). Setelah men-download, kemudian mengkompilasi dan menginstal. Lalu bukalah direktori source, yang terbuat dengan sendirinya saat mengekstrak file, dan berikan perintah berikut. Anda membutuhkan compiler C/C++ untuk mengoperasikan perintah berikut.
./configure make install
make clean Lakukan ini pada Xine libraries, kemudian download Xine ui-files dan lakukan prosedur yang sama. Mungkin Anda akan mendapatkan pesan error selama proses mengkonfigurasi Xine user interface. Mungkin ini karena installer tidak dapat menemukan Xine libraries. Jika in terjadi, bukalah /etc/ld.so.conf,dan tambahkan lokasi libraries anda yang baru dan simpan file lalu jalankan ldconfig apaya system mengetahui lokasi baru tersebut. Setelah itu, Anda mungkin tidak akan menemui masalah lagi. Kemudian jalankan ./configure pada Xine ui-files dan kompilasi, lalu start dengan perintah xine. Perintah ini akan memulai sebuah window dan sebuah panel seperti CD player.

Dasar-dasar Sistem Operasi (SO)

Sisitem Operasi
1. Kompoenen Sistem Operasi
Sistem operasi adalah program software yang menyediakan tampilan antara user dan komputer dan berhasil menangani ribuan aplikasi. Kebanyakan sistem komputer dijual dengan sistem operasi terinstal didalamnya. Komputer yang didisain untuk user (pemakai) individual dinamakan Personal Computer (PC). Sistem operasi PC didisain untuk mengontrol jalannya program seperti Web Browser, Word Processor, dan program e-mail.
Terdapat tiga elemen dasar yang merupakan komponen penyusun sistem operasi yang cukup penting, yaitu :
  • User Interface – user berinteraksi dengan sistem operasi melalui user interface (antarmuka). User interface adalah bagian dari sistem operasi yang dapat digunakan untuk menjalankan perintah baik dengan mengetikkan perintah pada command prompt atau menunjuk dan meng-klik mouse pada Graphical User Interface (GUI).
  • Kernel – Ini adalah inti dari sistem operasi. Inti bertanggung jawab untuk loading dan mengoperasikan program atau memroses dan memanajemen masukan dan keluaran.
  • Sistem Manajemen File – Sistem Manajemen File adalah yang digunakan oleh sistem operasi untuk mengorganisir dan memanajemen file. File serupa dengan koleksi data. Secara virtual, semua informasi yang masuk ke dalam komputer disimpan dalam bentuk file. Ada banyak sekali bentuk file, termasuk file program, file data, dan file teks. Sistem operasi yang mengorganisir informasi ke dalam file dinamakan sistem file. Kebanyakan sistem operasi menggunakan sistem file hierarki, dimana akan mengorganisir file ke dalam direktori dibawah struktur pohon. Awal mula sistem direktori dinamakan direktori akar (root direktori).

2. Fungsi Sistem Operasi

  • Manajemen File dan Folder – Sebuah sistem operasi membuat struktur file di dalam hard drive komputer dimana data akan mudah disimpan dan diambil bila diperlukan. Ketika sebuah file disimpan, sistem operasi akan menyimpannya, memberi sebuah nama pada file tersebut, dan mengingat dimana meletakkan file tersebut sehingga mudah untuk diambil di masa mendatang.
  • Manajemen Aplikasi – Ketika user meminta sebuah program, sistem operasi akan mencari letak aplikasi yang dibutuhkan dan me-load-nya ke dalam memori utama atau komputer RAM. Semakin banyak program yang di-load, sistem operasi harus pula mengalokasikan tempat yang tersedia di dalam komputer.
  • Mendukung untuk program built-in – Sistem operasi menggunakan program utiliti untuk pemeliharaan dan perbaikan. Program utiliti akan membantu dalam mengidentifikasi masalah, menemukan file yang hilang, memperbaiki file yang rusak, dan mem-back up data. Gambar 1 menunjukkan hasil kemajuan Disk Defragmenter, yang dapat ditemukan dengan membuka Programs > Accessories > System Tools.
  • Kontrol terhadap hardware komputer – Sistem operasi berada diantara program dan Basic Input Output System (BIOS). BIOS mengontrol hardware. Semua program yang membutuhkan hardware akan melalui sistem operasi terlebih dahulu. Sistem operasinya dapat mengakses hardware melalui BIOS atau melalui driver peranti seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 2. Windows 2000 NOS memotong semua sistem BIOS dan mengendalikan hardware secara langsung.

3. Tipe Sistem Operasi

  • Multiuser – Dua atau lebih user dapat bekerja dengan program dan saling berbagi peralatan yang diperlukan seperti printer dalam waktu yang sama.
  • Multitasking – Computer mampu mengoperasikan aplikasi lebih dari satu pada saat yang sama.
  • Multiprocessing – Computer dapat menggunakah dua atau lebih unit prosessing (CPU) yang berbagi program.
  • Multithreading – Program dapat dipatahkan menjadi bentuk yang lebih kecil dan kemudian dapat di-load sebanyak yang diperlukan ke dalam sebuah sistem operasi. Multithreading juga dapat membuat program individual menjadi multitask.

Jumat, 01 Mei 2009

Protokol TCP/IP ??? Apaan tuch.....

Protokol TCP/IP

Dalam memahami dan mempelajari protokol TCP/IP SANGAT dianjurkan untuk mengenal bilangan biner (binary numbers) dan bilangan heksadesimal. Terms : 1 byte = 8 bits, Istilah byte biasanya disebut juga oktet (octet)
Agar paket data yang dikirim mengetahui data harus dikirim dari dan ke mana, setiap device dalam network TCP/IP mempunyai apa yang disebut sebagai alamat IP (IP address), IP address digunakan sesuai dengan alokasi IP yang diberikan kepada suatu network. Cara pengalamatan IP ini menggunakan ketentuan kelas yang ditetapkan IANA (Internet Address Network Authority). 2 Address dalam IP yaitu Network (Net id) dan Host (Host id)

Class A :
- Dimulai dari alamat IP 0 s/d 127
- Jumlah network 127
- Jumlah nodes 16.777.214
- Bit pertama 0 (nol)
- # bit netid 8 bit

Class B :
- Dimulai dari alamat IP 128 s/d 191
- Jumlah network 16.383
- Jumlah nodes 65.534
- Bit pertama 1 0 (satu-nol)
- # bit netid 16 bit

Class C :
- Dimulai dari alamat IP 192 s/d 223
- Jumlah network 2.097.151
- Jumlah nodes 254
- Bit pertama 1 1 (satu-satu)
- # bit netid : 24 bit
Contoh alamat : 192.244.179.10 (desimal) = dotted decimal

Class D :
- Dimulai dari alamat IP 224 s/d 239
- Digunakan untuk multicast paket

Class E :
- Dimulai dari alamat IP 240 s/d 255
- Dicadangkan untuk eksperimentasi

Alamat IP Khusus

Alamat 127.x.x.x khusus digunakan untuk melakukan loopback. Sehingga paket data dikirim dan dikembalikan pada device yang sama. Contohnya alamat 127.0.0.1 dapat digunakan untuk memeriksa apakah konfigurasi TCP/IP dalam
komputer itu sendiri telah berjalan dengan baik.

Host address (hostid) 0 (nol) atau seluruhnya 1 tidak digunakan untuk alamat suatu host. Alamat 0 ini digunakan sebagai alamat dari network itu sendiri. Contoh : alamat IP 133.51.0.0 menunjukkan network 133.51 yang merupakan network klas B. Dan alamat IP 133.51.255.255 merupakan alamat broadcast (broadcast address). Dikenal pula istilah local broadcast yaitu 255.255.255.255, yang digunakan sebagai jenis broadcast, contohnya dalam suatu LAN yang tidak melalui router.

Alokasi IP bebas untuk intranet :
Ø Class A --> subnet 10.0.0.0
Ø Class B --> subnet 172.16.0.0 - 172.31.255.255
Ø Class C --> subnet 192.160.0.0 - 192.168.255.255

Internet Protocol (IP)

Sebagai dasar dari komunikasi data, pemahaman layer akan lebih jelas jika kita mengerti terlebih dahulu tentang dasar dari OSI 7 layer. Karena banyaknya penggunaan istilah 'protokol'dan agar tidak membingungkan ; lakukan identifikasi protokol dengan mengasosiasikannya langsung pada layer mana protokol tsb. digunakan. Contoh : protokol Ethernet, merupakan protokol layer Data Link.
Fungsi dari Internet Protocol (IP) adalah memindah datagram antar interkoneksi jaringan melalui satu modul ke modul lainnya hingga mencapai tujuannya. Pemilihan jejak (path) jalur datagram untuk mencapai alamat tujuan dikenal dengan istilah routing.

Ada dua dasar dari fungsi Internet Protocol (IP) yaitu addressing (pengalamatan) dan Fragmentation (pemecahan datagram menjadi unit-unit kecil). IP menggunakan field dalam "internet header" untuk melakukan pemecahan
(fragment) dan merangkai kembali datagram tsb.